Hari 194 — 13 Julai
“Ada hari aku penat. Hari ini salah satunya.”
“Ada hari aku penat. Hari ini salah satunya.”
Langkah ini Terasa terhenti-henti Depan kelabu Pedih memilu Masa bukan lagi temanku Masih jua Aku mengharap cahaya Biarpun terus Meredah belukar Pecahan kaca Menusuk tubuh berdarah Sakitnya tiada terkira Istana menanti Bertakhta hati Berseri... Istana menanti Tempat kita Pasti... Getar jari-jemari Bertaut pada harapan ini Aku membilang hari Apa akan datang hari Ku nanti Istana menanti Pasti...
Helaian daunan Yang gugur dari pohon Mengingatkan daku Saat dikau berlalu Sesepi tangkaimu Begitulah hatiku Terasing sendiri Meniti hari Sejauh manakah Terdaya ku meredah Melepaskan diri Dari belenggu ini Dipanggang dibakar Ia takkan pudar Seraut wajahmu Ku rindu Memori yang usang Bagai bara merah Kurasa hangat bahang Yang menujah (menyala) Memori yang usang Mengekori langkah Diusir dibuang tak terpadam sayangnya hatimu Sepejal tembok batu Tak bisa dirayu Dengan airmatamu Terbuku di hati Dengan kedegilanmu Tak daya ku tawan semula La.. La... Oh... Oh... La... La... Oh... Oh... La... La... La... La... Oh... Oh... Oh... Oh...