Qasidah Rindu Madinah - Syamail Muhammadiyah

Qasidah Rindu Madinah - Syamail Muhammadiyah


Rindunya daku kepada bumi Madinah
Takkan terubat walau sudah ziarah
Sekalipun menangis berair mata darah
Hatikan tetap rindukan Rasulullah

Terimalah hadiah imbalan ziarah
Insan yang lemah ingin berqasidah
Diilhamkan Allah Syamail Muhammadiyah
Berkat menangis di Raudhatul Jannah

Di suatu malam bulan yang penuh cerah
Baginda mengenakan pakaian serba merah
Lalu bersumpah Jabir bin Samurah
Jika dibezakan Nabi terlebih indah

Matanya yang terang sangat suka bercelak
Nampak di belakang dan depan serentak
Jinjang tengkuk Nabi sangat putih melepak
Tiada berdaki umpama pantulan perak

Dahinya yang luas, anak matanya hitam
Cahaya berhias, menatap kan tenteram
Tulang baginda kemas, saling kuat menggenggam
Rukanah tertewas lalu memeluk Islam

Rambutnya ikal mayang, tidak terlalu panjang
Tingginya yang sedang, dada luas berbidang
Ketika berjalan condongnya ke hadapan
Lajunya seperti turun tempat yang tinggi

Helaian bulunya tetapkan terus wujud
Hanya belasan uban, memikirkan surah Hud
Umpama pedang jaguh, hidung baginda mancung
Dipandang dari jauh, kening seakan bersambung

Nafas berbau wangi, semerbak kasturi
Sukakan bersugi, yang busuk dihindari
Tak pernah menguap berkat cucian hati
Takkan pernah dihinggap lalat walau sekali

Berjarak gigi hadapan, cahaya kelihatan
Segala pertuturan adalah wahyu Tuhan
Lebar bibirnya menandakan pemurah
Membaca Al-Quran dengan penuh fasohah

Baginda memilih hidup dalam berzuhud
Sekalipun maksum sangat banyak bersujud
Menipis isi tumit lamanya bertahajud
Banyak mendaki bukit, sangat sayangkan Uhud

Putih bercampur merah, kulitnya mukjizah
Jelas kelihatan ketika malu dan marah
Lembutnya seperti kelopak ros yang merah
Di seawal pagi embunan masih basah

Segala yang baik dimula dengan kanan
Tidak suka membazir minuman dan makanan
Capalnya yang berkah, pernah menjadi teman
Di saat baginda bertemu dengan Tuhan

Digeruni musuh jika bersemuka
Tidak sukakan angkuh berjiwa mulia
Tanda kenabian di belakang badan
Sedikit tawanya membanyakkan tangisan

Siapa menyakiti puteri kesayangan
Umpama sakiti Nabi akhir zaman
Suka bergurau senda, sayang Husin dan Hasan
Bagindalah Nabi yang disayangi Tuhan

Fuqara masakin diberikan  bantuan
Batu di perutnya menjadi ikatan
Takkan kekenyangan selain berjemaah
Jatuhan makanan dikutip kerana berkah

Sinopsis Wanita Ahli Neraka (2025)

Sinopsis Wanita Ahli Neraka (2025)

Film horor terbaru 2025 dengan elemen misteri, supernatural dan psikologi.

Film Wanita Ahli Neraka mengisahkan tentang seorang wanita bernama Farah, seorang wanita konservatif yang mendambakan kehidupan rumah tangga yang sempurna. Demi mengejar kebahagiaan dan menjadi istri yang taat, Farah menikah dengan seorang pria bernama Wahab.

Namun setelah pernikahan mereka berlangsung, kehidupan Farah mulai berubah menjadi penuh ketakutan dan misteri. Sedikit demi sedikit, Farah menyadari bahwa Wahab bukanlah pria biasa seperti yang ia kenal sebelumnya.

Rahasia gelap mulai terungkap ketika Farah menemukan berbagai kejadian aneh dan menyeramkan yang berkaitan dengan suaminya. Gangguan supranatural mulai menghantui hidupnya, sementara sebuah kutukan misterius perlahan mengancam jiwa dan keselamatannya.

Dalam usahanya mencari kebenaran, Farah harus menghadapi ketakutan terbesar dalam hidupnya. Ia terjebak di antara cinta, keyakinan dan kekuatan gelap yang terus mendekatinya.

Film ini memadukan unsur horor psikologis, ketegangan supernatural serta drama rumah tangga yang emosional. Dengan atmosfer mencekam dan alur penuh misteri, Wanita Ahli Neraka menghadirkan pengalaman menonton yang intens dan menegangkan.

Daya Tarik Film

  • Horor supernatural dengan nuansa gelap dan misterius
  • Kisah rumah tangga yang penuh rahasia
  • Atmosfer menyeramkan dan penuh suspense
  • Konflik psikologis yang emosional
  • Plot twist yang membuat penonton penasaran
Jika anda menyukai film horor dengan tema kutukan, misteri rumah tangga dan gangguan supranatural, maka Wanita Ahli Neraka menjadi salah satu film horor Indonesia terbaru 2025 yang wajib masuk dalam daftar tontonan anda.

Surah An Naba' Latin dan Terjemahan

Surah An Naba' membahas tentang hari kiamat dimana langit akan terbelah, gunung-gunung akan hancur, neraka akan menyala dan surga akan dibuka. Manusia akan dibangkitkan dan dihisab perbuatannya selama hidup. Orang-orang kafir akan mendapat siksaan di neraka sementara orang-orang beriman akan dimasukkan ke surga.

Surah an-Naba

عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ

Arab-Latin: ‘amma yatasā`alụn

Artinya: 1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلْعَظِيمِ

‘anin-naba`il-‘aẓīm

2. Tentang berita yang besar,

ٱلَّذِى هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ

allażī hum fīhi mukhtalifụn

3. yang mereka perselisihkan tentang ini.

كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

kallā saya’lamụn

4. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,

ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

ṡumma kallā saya’lamụn

5. kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui.

أَلَمْ نَجْعَلِ ٱلْأَرْضَ مِهَٰدًا

a lam naj’alil-arḍa mihādā

6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

وَٱلْجِبَالَ أَوْتَادًا

wal-jibāla autādā

7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,

وَخَلَقْنَٰكُمْ أَزْوَٰجًا

wa khalaqnākum azwājā

8. dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

wa ja’alnā naumakum subātā

9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,

وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ لِبَاسًا

wa ja’alnal-laila libāsā

10. dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,

وَجَعَلْنَا ٱلنَّهَارَ مَعَاشًا

Arab-Latin: wa ja’alnan-nahāra ma’āsyā

Artinya: 11. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

wa banainā fauqakum sab’an syidādā

12. dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

wa ja’alnā sirājaw wahhājā

13. dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلْمُعْصِرَٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا

wa anzalnā minal-mu’ṣirāti mā`an ṡajjājā

14. dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,

لِّنُخْرِجَ بِهِۦ حَبًّا وَنَبَاتًا

linukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā

15. supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,

وَجَنَّٰتٍ أَلْفَافًا

wa jannātin alfāfā

16. dan kebun-kebun yang lebat?

إِنَّ يَوْمَ ٱلْفَصْلِ كَانَ مِيقَٰتًا

inna yaumal-faṣli kāna mīqātā

17. Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,

يَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا

yauma yunfakhu fiṣ-ṣụri fa ta`tụna afwājā

18. yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

وَفُتِحَتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتْ أَبْوَٰبًا

wa futiḥatis-samā`u fa kānat abwābā

19. dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,

وَسُيِّرَتِ ٱلْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا

wa suyyiratil-jibālu fa kānat sarābā

20. dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا

Arab-Latin: inna jahannama kānat mirṣādā

Artinya: 21. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,

لِّلطَّٰغِينَ مَـَٔابًا

liṭ-ṭāgīna ma`ābā

22. lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,

لَّٰبِثِينَ فِيهَآ أَحْقَابًا

lābiṡīna fīhā aḥqābā

23. mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,

لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا

lā yażụqụna fīhā bardaw wa lā syarābā

24. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,

إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا

illā ḥamīmaw wa gassāqā

25. selain air yang mendidih dan nanah,

جَزَآءً وِفَاقًا

jazā`aw wifāqā

26. sebagai pambalasan yang setimpal.

إِنَّهُمْ كَانُوا۟ لَا يَرْجُونَ حِسَابًا

innahum kānụ lā yarjụna ḥisābā

27. Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,

وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابًا

wa każżabụ bi`āyātinā kiżżābā

28. dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya.

وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ كِتَٰبًا

wa kulla syai`in aḥṣaināhu kitābā

29. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab.

فَذُوقُوا۟ فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

fa żụqụ fa lan nazīdakum illā ‘ażābā

30. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

Arab-Latin: inna lil-muttaqīna mafāzā

Artinya: 31. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

حَدَآئِقَ وَأَعْنَٰبًا

ḥadā`iqa wa a’nābā

32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا

wa kawā’iba atrābā

33. dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

وَكَأْسًا دِهَاقًا

wa ka`san dihāqā

34. dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّٰبًا

lā yasma’ụna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā

35. Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.

جَزَآءً مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابًا

jazā`am mir rabbika ‘aṭā`an ḥisābā

36. Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,

رَّبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ٱلرَّحْمَٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا

rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumar-raḥmāni lā yamlikụna min-hu khiṭābā

37. Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.

يَوْمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ صَفًّا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا

yauma yaqụmur-rụḥu wal-malā`ikatu ṣaffal lā yatakallamụna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā

38. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.

ذَٰلِكَ ٱلْيَوْمُ ٱلْحَقُّ ۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـَٔابًا

żālikal-yaumul-ḥaqq, fa man syā`attakhaża ilā rabbihī ma`ābā

39. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

إِنَّآ أَنذَرْنَٰكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ ٱلْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلْكَافِرُ يَٰلَيْتَنِى كُنتُ تُرَٰبًۢا

innā anżarnākum ‘ażābang qarībay yauma yanẓurul-mar`u mā qaddamat yadāhu wa yaqụlul-kāfiru yā laitanī kuntu turābā

40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.


Anak Perjanjian Syaitan (2019)

Anak Perjanjian Syaitan mengisahkan Zaidi adalah seorang guru, yang mana ibunya seorang janda kaya yang inginkan cucu sendiri dan sering memberi tekanan kepadanya untuk berkahwin lagi kerana dia dan isterinya, Azlinda, tidak mempunyai zuriat walaupun sudah bertahun-tahun mendirikan rumah tangga. Azlina sering dicemuh oleh ibu mertuanya kerana perkara itu. Penat dengan bebelan ibunya, Zaidi meminta untuk bertukar tempat kerja dan rupa-rupanya tempat itu adalah kampung kelahiran arwah bapanya. Pasangan itu tinggal di sebuah rumah milik nenek Zaidi yang terletak di sebuah kawasan terpencil. Rumah menakutkan itu tidak diduduki selama lima tahun dan hanya dijaga oleh seorang pekebun bernama Pak Man. Di sana, Azlina mula mendengar suara bayi dan kanak-kanak bermain. Dia kemudian mendapat tahu dia telah hamil. Walau bagaimanapun, dia masih sering diganggu oleh suara tersebut dan mimpi aneh.

Anak Perjanjian Syaitan 2 (2024)

Anak Perjanjian Syaitan 2 mengisahkan seorang gadis, Azlinda, dalam perjuangan menentang pertarungan mistik yang menghantuinya sejak kecil. Walaupun Azlinda telah disahkan menghidap penyakit keresahan atau 'anxiety disorder', Azlinda yakin bahawa dia tidak menghidap penyakit tersebut. Mampukah Azlinda melawan kuasa mistik yang telah menjadi sebahagian darah dagingnya?

Wadah Terkini