Dari Pos Pengawal — Suara Yang Berdiri Lama Dalam Diam


Dari Pos Pengawal — Suara Yang Berdiri Lama Dalam Diam

Dari Pos Pengawal — Suara Yang Berdiri Lama Dalam Diam


Dari pos pengawal,
aku melihat dunia berlalu tanpa sempat berhenti.
Langkah-langkah manusia datang dan pergi,
wajah-wajah berbeza,
tetapi jarang ada yang benar-benar memandang.

Di sinilah aku berdiri —
bukan di tengah pentas,
bukan juga di belakang tabir,
tetapi di satu sudut yang sunyi,
menjadi saksi tanpa nama.

Pos ini kecil,
namun ia menyimpan seribu cerita.
Cerita tentang menahan mengantuk di syif malam,
tentang hujan yang menemani diam,
tentang panas siang yang menekan sabar,
dan tentang waktu yang bergerak perlahan, seolah-olah sengaja menguji ketahanan jiwa.

Ramai menyangka tugas ini hanya berdiri,
menjaga pintu,
menjaga pagar,
menjaga peraturan.

Tapi jarang yang tahu,
kami juga menjaga perasaan sendiri.
Menelan letih tanpa keluhan,
menyimpan resah tanpa suara,
dan belajar tersenyum walau hati sedang longgar.

Dari pos pengawal,
aku belajar tentang manusia.
Ada yang lalu tanpa salam,
ada yang memandang sepi,
dan ada juga yang singgah bertanya khabar — sekecil itu, namun cukup untuk menguatkan hari.

Aku bukan wira yang disanjung,
bukan tokoh yang dikenang.
Namun aku berdiri di sini dengan setia,
kerana setiap tempat perlu dijaga,
dan setiap keselamatan ada harganya.

Jika suatu hari kau melihat seorang pengawal berdiri lama dalam diam,
ingatlah —
di sebalik seragam dan wajah yang tenang,
ada jiwa yang juga berjuang untuk terus bertahan.

Ini bukan sekadar kisah tentang tugas.
Ini adalah kisah tentang manusia,
yang memilih untuk terus berdiri,
walaupun dunia jarang berhenti untuk memahami.


— Dari Pos Pengawal, suara yang jarang didengar, tetapi tetap setia menjaga.

Catat Ulasan

0 Ulasan