Selagi Ada Waktu – MonoloQue


Selagi Ada Waktu – MonoloQue

Dahulu Ku terburu buru
Tak Sabar sabar menunggu
Mengejar Waktu waktu waktu
Ke Mana hala tujuku

Dahulu Ku merayau rayau
Fikiran Ku melampau lampau
Jiwaku Kacau meracau racau
Kehidupanku Sasau

Selagi Ada waktu
Kurniakanlah Hidayahmu
Bawalah Ku kembali
Ke Kalam sucimu

Selagi Ada waktu
Ku Memohon kepadamu
Dari Mu ku datang
Kepadamu Jua daku kembali

Dahulu Hidupku gelap gelita
Tiada Dipancar cahaya
Bergelumang Dengan dosa dosa
Hidupku Penuh tanda tanya

Dahulu Ku mengejar dunia
Berlumba Endahkan kurnia
Takkan Ku persia
Hanya Sia sia
Kini Ku tak lagi beria ria

Selagi Ada waktu
Kurniakanlah Hidayahmu
Bawalah Ku kembali
Ke Kalam sucimu

Selagi Ada waktu
Ku Memohon kepadamu
Dari Mu ku datang
Kepadamu Jua daku kembali
Kepadamu Jua daku kembali

Hidupku Kini dipancar cahaya
Cahaya

Selagi Ada waktu
Kurniakanlah Hidayahmu
Selagi Ada waktu
Ku Memohon kepadamu

Jangan Pernah engkau tinggalkan diriku
Selagi Ada waktu
Kurniakanlah Hidayahmu
Ku Memohon kepadamu kepadamu

Selagi Ada waktu

Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.


Kalau kau masih membaca sampai sini...
mungkin tulisan ini sedang memeluk hati kau dalam diam..

Baca Selanjutnya →

0 Comments:

Catat Ulasan

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”