BERHATI-HATI DENGAN SIFAT UJUB, KADANG IA HADIR TANPA DISEDARI ~ #JMBELOG BERHATI-HATI DENGAN SIFAT UJUB, KADANG IA HADIR TANPA DISEDARI - #JMBELOG BERHATI-HATI DENGAN SIFAT UJUB, KADANG IA HADIR TANPA DISEDARI - #JMBELOG

- at September 11, 2019 : Home » AL-QUR'AN DAN TERJEMAHAN » BERHATI-HATI DENGAN SIFAT UJUB, KADANG IA HADIR TANPA DISEDARI

BERHATI-HATI DENGAN SIFAT UJUB, KADANG IA HADIR TANPA DISEDARI

BERHATI-HATI DENGAN SIFAT UJUB, KADANG IA HADIR TANPA DISEDARI

Bismillah...
"I suka bila orang semua tahu pasal kejayaan dan pencapaian i.... Kembang hidung i tau bila dipuji-puji semua orang, bestnya you..i like....you taknak puji i ke? Alaaa puji lah....pujilah i..!"

'Ujub dalam islam diertikan sebagai perilaku atau sifat mengagumi diri sendiri dan senantiasa membanggakan dirinya sendiri. Sifat ujub adalah salah satu sifat tercela atau sifat yang harus dihindari oleh umat Islam kerana sifat ini akan membawa seseorang kepada sifat sombong maupun riya'.

Sifat ujub juga dijelaskan oleh ramai ulama di antaranya pendapat yang agak masyhur dari Ibnul Mubarok dan Imam Al Ghazali (rahimahullah) :

¶ Imam Al Ghozali menyebutkan bahwa perasaan ‘ujub adalah kecintaan seseorang akan suatu karunia yang ada pada dirinya dan merasa memilikinya sendiri serta tidak menyadari bahwa karunia tersebut adalah pemberian Allah SWT. Orang yang memiliki sifat ujub tidak akan mengembalikan keutamaan yang dimiliki tersebut kepada Allah SWT”

Di dalam sebuah hadith (hasan), Rasulullah saw telah bersabda:

ثلاث مهلكات : شح مطاع ، و هوى متبع ، و إعجاب المرء بنفسه

(Artinya): “Ada tiga perkara yg akan membinasakan seseorang, (yaitu): Tamak lagi kikir, hawa nafsu yg selalu diikuti, dan seseorang merasa bangga terhadap dirinya sendiri.”
(HR Imam Al-Baihaqi).

¶ Ibnul Mubarok pula berkata, "Perasaan ‘ujub adalah ketika seseorang merasa bahwa dirinya mempunyai suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain."

Mari kita lihat sepintas lalu perkataan Ulama Sunnah dari generasi as-salafus soleh tentang rasa takut mereka terhadap penyakit ‘ujub' ini.

1. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:
“Kebinasaan itu ada pada 2 perkara, yaitu: merasa putus asa dari rahmat Allah, dan merasa bangga diri terhadap diri sendiri.”

2. Diriwayatkan bahwa ada seorang laki2 berkata kpd Abdullah bin Umar bin Khoththob radhiyallahu anhuma: “Wahai orang terbaik, atau anak dr orang terbaik.”
Maka Abdullah bin Umar menjawab:
“Aku bukanlah orang terbaik, juga bukan anak drari orang terbaik. Tapi aku hanyalah salah seorang hamba Allah yang selalu berharap dan merasa takut kepada-Nya. Demi Allah, kalau kalian senantiasa bersikap seperti itu terhadap seseorang, justeru kalian akan membuatnya binasa.”
(Lihat Siyaru A’laami An-Nubala’ karya imam Adz-Dzahabi III/236).

3. Al-Mutharrif bin Abdulllah rahimahullah berkata:
“Tidur terlelap (semalam suntuk, pent) untuk kemudian bangun dengan penyesalan lebih aku sukai daripada melakukan sholat tahajjud (qiyamul lail) semalam penuh dan bangun pagi dengan perasaan ‘ujub' (bangga diri).”
(Lihat Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al-Ashbahani II/200).

4. Imam Adz-Dzahabi rahimahullah berkata:
“Demi Allah, Allah tidak akan memberikan kemenangan kpd orang yg menganggap suci dirinya sendiri atau bersikap ‘ujub.”
(Lihat Siyaru A’laami An-Nubala’ karya imam Adz-Dzahabi IV/190).

Betapa sifat 'ujub' itu bolehlah kita ibaratkan sebagai jarum kecil yang membunuh. Bila kita bangga memilikinya maka bersedialah untuk merasai kebinasaan diri akibat tusukannya

Para ulama ahli sufi dengan jelas memberikan suatu gambaran kepada kita semua:

لَا تُفَرِّحْكَ الطَّاعَةُ لِأَنَّهَا بَرَزَتْ مِنْكَ لِأَنَّهُ يُوْرِثُ الْعُجْبَ وَالْكِبْرَ وَإِهْمَالَ الشُّكْرِ
وَافْرَحْ بِهَا لِأَنَّهَا بَرَزَتْ مِنَ اللهِ إِلَيْكَ قُلْ بِفَضْلِ اللهِ الْإِسْلاَمِ وَبِرَحْمَتِهِ الْقُرْأَنِ
فَبِذَالِكَ الْفَضْلُ وَالرَّحْمَةُ فَلْيَفْرَحُوْا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ .

“Jangan sesekali merasa diri kita paling taat kepada-Nya, kerana ia dapat membawa malapetaka, seperti menganggap diri kita yang paling mulia (‘ujub), taqabbur kemudian lupa akan segala nikmat-nikmat-Nya. Dan merasa-lah dalam hati kita, bahwa ketaatan itu sejatinya merupakan pemberian Allah semata, dengan petunjuk-Nya telah memberikan satu karunia cahaya ke-Islaman dan iman yang diredhai-Nya, dengan kasih sayang-Nya turunlah Al-Quran sebagai pedoman sehingga kita mampu membedakan mana yang hak dan yang bathil, dengan demikian, merasalah bergembira dalam hati atas segala anugerah yang telah Allah limpahkan kepada kita.”
[ Syeh Ahmad Rifa’i, Riayah Akhir, Bab Ilmu Tasawuf]

SIAPA KITA UNTUK BERBANGGA DIRI DENGAN PINTAR & TINGGINYA ILMU, BESARNYA KUASA DAN BERPANGKAT, BERHARTA KEMEWAHAN DAN SEBAGAINYA....?

APA MILIK KITA?
KITA TIDAK MEMILIKI APA-APA... TIADA APA PUN MILIK KITA

KITA HANYALAH MAKHLUK LEMAH YANG DIPERINTAH UNTUK MENYEMBAH-NYA, SEDANG 7 PETALA LANGIT DAN 7 PETALA BUMI INI, SELURUHNYA ALAM INI MUTLAKNYA MILIK ALLAH SWT.

"Buanglah jauh-jauh sifat 'ujub' (bangga diri dan selalu mahu dipuji-puji) walaupun sedikit. Ia pasti akan membawa kamu kepada kesesatan, yang akhirnya akan membinasakan dirimu."

Wallahua'lam...

https://www.facebook.com/cerminsufi/


Leave a Comment

Harga Minyak dan Logam Dunia
jmbelog-ping