Luka DiHati Ibarat Paku Di Dinding

Luka DiHati Ibarat Paku Di Dinding

Al kisah.. Ada seorang pemuda yang sangat pemarah. Dia tidak dapat mengawal kemarahannya walaupun itu hanya satu masalah kecil saja. Pemuda ini terlalu mengikut nafsu amarahnya terutamanya ketika bersama sahabat-sahabatnya. Dia tidak memikirkan untuk menjaga perasaan sahabat-sahabatnya.

Pada suatu hari, bapaknya telah menghadiahkannya dengan sekantong paku. “Untuk apakah paku-paku ini ayah?” tanya pemuda tersebut. “Setiap kali kamu marah, kamu pakulah tembok batu di hadapan rumah kita ini, untuk melepaskan kemarahan mu” jawab ayahnya.

Pada hari pertama, pemuda itu telah memaku sebanyak 37 batang paku pada tembok batu tersebut. Setelah beberapa minggu, dia dapat mengurangi kemarahannya, jumlah paku yang digunakan juga berkurangan. Lambat laun dia lebih mudah mengawal kemarahannya dari menancapkan paku ke tembok batu tersebut. Akhirnya tibalah pada suatu hari, dimana pemuda tersebut tidak marah, walau sekali pun.

Dengan gembira dia memberitahu ayahnya mengenai perkara tersebut. Bapaknya mengucapkan selamat dan menyuruhnya mencabut kembali paku itu satu persatu, pada setiap hari yang ia lalui tanpa kemarahan. Hari berganti hari, dan akhirnya dia berhasil mencabut semua paku-paku tersebut. Pemuda tersebut lantas memberitahu perkara tersebut kepada bapanya dengan bangganya.

Bapanya lantas memimpin tangannya ke tembok tersebut dan berkata “Kau telah melakukannya dengan baik, anakku, tetapi lihatlah kesan lubang-lubang di tembok batu tersebut, tembok itu tidak akan kelihatan sama lagi seperti sebelumnya. Bila kau menyatakan sesuatu atau melakukan sesuatu terhadap seseorang ketika marah, maka tetap akan meninggalkan bekas dan luka seperti ini. Kadang kala anakku, kau merasakan sikapmu itu wajar dengan kemarahan yang sedang kau tanggung terhadap insan disekelilingmu, tetapi tanpa kau sadari kau telah meninggalkan luka yang sangat dalam dihati mereka yang mungkin terlalu menyayangimu.

Dan ingatlah, meskipun berulangkali engkau memohon maaf dan menyesal atas perbuatam mu, namun lukanya masih tetap ada. Luka di hati adalah lebih pedih dari luka fisik.

Anakku, sesungguhnya sahabat yang ada disekeliling kita adalah titipan dari Allah. Tidak semua insan yang kita lihat dan kenal akan menjadi sahabat kita kecuali dia memang telah dipilih Allah untuk menjadi pendamping disisi mu sebagai seorang yang bergelar sahabat.

Sahabat adalah permata yang sukar dicari. Mereka membuat kamu bahagia dan menyemangati mu ke arah kejayaan. Mereka sentiasa akan bersama denganmu mengisi hari-hari indah tanpa luka yang dipendam. Gurau sendamu dengan mereka akan menjadi suatu kenangan yang tidak bisa kau beli di toko manapun......

Sahabat juga adalah seorang pendengar, berkongsi suka dan duka serta senantiasa membuka hatinya kepada kita. Jangan kau lukai hati mereka dengan marahmu. Jangan pula kau balas kasih mereka dengan sikap amarahmu yang tidak dapat di kawal walau kadang kesilapan mereka hanya sekelumit saja. Anggaplah setiap tindakkan mereka itu adalah usaha mereka dalam menjadikan dirimu insan yang berjaya, juga insan yang tahu menghargai arti sebuah persahabatan sejati.

Ingatlah Anakku, Sahabat sejati adalah insan yang selalu menyadarkan kita tentang kelemahan yang kita punya. Agar setelah mengetahui setiap kelemahan kita itu akan membuatkan kita bangkit menjadikan ia satu keistimewaan.

---------------

“Sahabat sekalian Maafkan saya sekiranya saya pernah meninggalkan Kesan Berlubang di Dinding Hati Anda.”

#copypaste

1 Comments

COMMENT IS YOUR OWN RESPONSIBILITY. THANK YOU.

  1. Ketika marah, kesannya memberi kemudaratan kepada yang lain. Bila reda, kesan pada yang lain belum tentu terubat

    ReplyDelete
Post a Comment
Previous Post Next Post