Lahir dan Mati

Lahir dan Mati

Monolog Jiwa – Untuk Hati Yang Sedar Akan Akhirnya


Kita datang ke dunia ini tanpa apa-apa.
Tanpa pakaian, tanpa kekuatan, tanpa harta.
Kita hanya sehelai jiwa yang dipinjamkan tubuh.
Tangisan menjadi salam perkenalan pertama.

Dan saat tiba waktunya kembali,
kita juga akan pulang tanpa apa-apa.
Tanpa pakaian, tanpa kekuatan, tanpa harta.
Tubuh yang dipinjamkan… akan ditinggalkan.
Jiwa itu akan menghadap penciptanya, sendirian.

Saat lahir, kita dimandikan.
Saat mati, kita juga dimandikan.
Semuanya berulang –
cuma kali ini, bukan untuk menyambut hidup,
tetapi untuk mengiringi perpisahan.

Maka… pentingkah untuk kita sombong?
Sedangkan kita tahu,
akhirnya kita akan pulang dengan tangan kosong.
Yang tinggal hanyalah amal.
Yang abadi hanyalah ibadah.
Yang menemani hanyalah keikhlasan.

Dunia ini hanya tempat singgah.
Tempat ujian, bukan milik mutlak.
Apa pun yang kau genggam hari ini –
semuanya akan dilepaskan suatu hari nanti.

Tenanglah, wahai jiwa.
Hidup ini bukan untuk menunjuk…
tetapi untuk tunduk.
Bukan untuk megah…
tetapi untuk berserah.


🕊️ Setiap detik adalah peluang untuk kembali kepadaNya.
✍️ @evalestiawati – suntingan dan nukilan semula oleh #JMBELOG



Untukmu yang membaca hingga ke titik ini, semoga Allah memeluk hatimu dengan tenang, seperti kau selalu memeluk luka orang lain. Moga setiap langkah disertai tenang, dan setiap ujian membawa pulang hikmah. Semua tulisan berasal dari blog penulis. Kredit dan sumber akan dinyatakan apabila digunakan sebagai tanda hormat kepada asalnya. - Copyright - 2016 © #JMBELOG

1 ulasan: