Lembut Hati, Tapi Bukan Lemah
Monolog Jiwa — dari hati seorang pejuang yang memilih kasih di atas segala luka.
Ada orang fikir, bila kita lembut hati, kita mudah dipijak. Ada orang kata, bila kita susah nak benci, kita akan selalu kalah. Tapi sebenarnya… hati yang lembut itu bukan tanda kelemahan; ia tanda jiwa yang masih hidup, yang masih mampu mencintai walau pernah terluka.
Bukan semua orang mampu untuk memaafkan.
Bukan semua orang mampu untuk senyum,
walau dalam dada ada luka yang belum pulih.
Dan bukan semua orang mampu bertahan,
tanpa membalas sakit dengan sakit.
Lembut hati bukan kelemahan—
ia adalah kekuatan yang diam,
kekuatan yang tak selalu nampak,
tapi terasa dalam cara kita masih memilih kebaikan,
di saat dunia mengajar kita untuk jadi keras.
Kalau kita cepat maafkan, itu bukan sebab kita bodoh.
Kalau kita tak pandai membenci, itu bukan sebab kita naif.
Itu semua kerana jiwa kita tahu,
damai lebih indah daripada dendam.
Dan kadang, menjadi lembut hati
adalah cara paling berani untuk terus bertahan.
0 Ulasan