Aku sedar,
aku tak sehebat orang lain.
Langkahku pendek, suaraku perlahan,
kadang terasa kerdil di tengah manusia yang gagah.
Aku tak sepandai mereka,
bicara mereka lantang,
akal mereka pantas,
sedang aku masih mencari-cari rentak
antara yakin dan ragu.
Lalu datang kata-kata pedas,
menusuk tanpa diminta,
membuat aku semakin percaya —
benar, aku tak layak.
Namun, dalam diam aku belajar:
layak itu bukan pada mata manusia,
tapi pada pandangan Tuhan.
Mungkin aku tak hebat pada dunia,
tapi mungkin aku sedang belajar hebat pada sabar.
Jika ada kekurangan,
biarlah ia jadi ruang untuk aku tunduk,
untuk aku kembali kepada Dia,
yang tak pernah menilai dengan ukuran manusia.
Aku,
yang tak sehebat orang lain,
masih berharga di sisi Tuhan.
0 Comments:
Catat Ulasan
“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”