Hak Menulis di Media Sosial


Hak Menulis di Media Sosial — Monolog Jiwa | #JMBELOG

Hak Menulis di Media Sosial

Monolog Jiwa — Refleksi puitis tentang kebebasan dan tanggungjawab menulis dalam ruang digital.

Menulis di media sosial adalah hak setiap individu. Ia ruang untuk meluahkan rasa, berkongsi pandangan, atau sekadar mencatat detik — kecil atau besar — yang kesemuanya menyulam cerita hidup.

Tulisan di timeline bukan sekadar kata; ia cerminan jiwa penulis. Ada yang lapang; ada yang resah. Ada yang berbisik doa; ada yang menjerit tanya. Setiap patah kata membawa gema yang boleh sampai ke mereka yang jauh.

Namun, hak itu datang bersama tanggungjawab. Tanggungjawab untuk menjaga adab, memelihara maruah, dan menimbang hikmah sebelum menekan butang "hantar".

Kita berhak berkongsi, namun jangan sampai kebebasan itu melukai. Kita berani bersuara, namun harus sedia menerima perbezaan. Jika tidak sehaluan, belajarlah mendengar. Jika perlu membetulkan, pilihlah kata yang baik.

Menulis itu indah apabila lahir dari hati yang ingin memberi kebaikan. Biarlah setiap catatan membawa sedikit ketenangan — untuk diri sendiri dan juga untuk mereka yang singgah membaca.

Di dunia yang cepat menilai, biarlah kita menulis sebagai pembela kebaikan: jujur, lembut, dan penuh penghormatan.

Catat Ulasan

0 Ulasan