Perpisahan – Catatan Tentang Waktu, Kenangan, dan Selamat Tinggal
"Ada perpisahan yang tidak diiringi air mata, tetapi tetap meninggalkan sunyi yang panjang."
Pengenalan
Lagu Perpisahan (2024) terasa seperti sebuah catatan terakhir yang ditulis perlahan—bukan untuk melupakan, tetapi untuk mengingati. Ia merakam detik ketika masa bergerak terlalu cepat, dan kita hanya sempat menggenggam kenangan yang pernah hangat.
Entri ini menghimpunkan lirik penuh (seperti yang dikongsikan), kisah di sebaliknya, serta refleksi jiwa tentang erti berpisah tanpa benci.
Lirik Lagu: Perpisahan (2024)
waktu begitu cepat berlalu
tak terasa kita kan berpisah
meninggalkan
kenangan saat kita bersamawalaupun kita akan berpisah
namun kan ku kenang cerita indah
di saat kita bercanda tawa
saat kita masih bersamakini telah tibalah saatnya
untuk kita semua berpisah
ku harap jangan engkau lupakan
kenangan kitawalaupun kita akan
namun tak akan bisa ku lupa
kenangan indah saat bersamaselamanya
Cerita di Sebalik Lirik
Di sebalik lirik yang ringkas ini, tersembunyi sebuah kisah yang sangat manusiawi: perpisahan yang tidak dirancang, tidak dipinta, tetapi terpaksa diterima. Ia bukan tentang pertengkaran atau pengkhianatan—sebaliknya tentang keadaan, masa, dan arah hidup yang berbeza.
Baris-barisnya mengakui satu hakikat: kita mungkin berpisah secara fizikal, namun kenangan tidak pernah ikut pergi. Tawa, gurau, dan detik kebersamaan kekal tinggal sebagai simpanan hati.
Refleksi Jiwa
Perpisahan yang paling menyentuh bukan yang bising, tetapi yang senyap. Kita duduk seketika, menghela nafas, lalu mengucap selamat tinggal dengan doa agar yang ditinggalkan terus mengingati—bukan kerana rindu semata, tetapi kerana pernah menjadi sebahagian daripada hidup.
Di hujung lagu, perkataan “selamanya” bukan janji untuk bersama, tetapi janji untuk mengingati. Dan itu, dalam banyak keadaan, sudah cukup untuk menguatkan.
Kredit
- Tajuk Lagu: Perpisahan
- Tahun: 2024
- Pencipta Lirik & Lagu: Embi Pus Pus
0 Ulasan