Jejak Hijrah #2 – Dari Dakwat ke Hidayah (Sambungan)
Kadang-kadang…
bila saya pandang semula tubuh ini,
masih ada kesan masa lalu.
Dakwat yang pernah saya banggakan…
kini jadi peringatan.
Bukan untuk saya benci diri sendiri,
tapi untuk saya ingat…
betapa jauhnya saya pernah tersasar.
Dan betapa lembutnya Allah tarik saya pulang.
Bukan dengan paksaan.
Bukan dengan hukuman yang keras.
Tapi dengan rasa…
yang perlahan-lahan berubah dalam hati.
Itulah hidayah.
Dia datang tanpa bunyi.
Tanpa amaran.
Tapi bila sampai…
dia mengubah segalanya.
Saya belajar satu perkara…
Hijrah itu bukan tentang
siapa kita dulu.
Tapi tentang
siapa kita pilih untuk jadi hari ini.
Dan setiap hari…
adalah peluang baru.
Untuk jadi lebih baik.
Walaupun sedikit.
Untuk tinggalkan dosa…
walaupun perlahan.
Untuk kembali kepada Allah…
walaupun dengan langkah yang lemah.
Sebab Allah tak lihat
seberapa laju kita berubah…
Tapi Dia lihat
seberapa ikhlas kita kembali.
Kalau dulu tangan ini melukis sesuatu
yang tak diredhai…
Hari ini,
biarlah tangan yang sama
menadah doa…
memohon ampun…
dan berharap…
agar penghujung hidup nanti,
bukan lagi tentang masa lalu…
tapi tentang rahmat Allah
yang menutup segalanya.
“Ya Allah…
jangan Kau nilai aku dari siapa aku dahulu,
tapi terimalah aku
sebagai hamba yang sedang kembali.”
Alhamdulillah atas setiap langkah pulang.
0 Comments:
Catat Ulasan