Apa salahku

Waktu-waktu indah
Kau ukirkan senyuman 'ku
Melayang fikiran 'ku denganmu
Titis-titis noda
Berjanji kau menjaga 'ku
Usahlah dibiarkan
Kuterus kesepian tanpamu...

Setiamu masih kuingati
Mengapaku terus disakiti
Sanggup kau singkirkan kudemi dirinya
Bukan menagih simpati
Tak akan 'ku kembali

Sudah jelas kau tinggalkan
Sudah puas 'ku bertahan
Apakah 'ku masih
Perlu disakiti

Sudah jelas kau biarkan
Sudah puas kutangiskan
Apakah salahku
Membuatkan engkau
Pergi tinggalkan aku

Setiamu masih kuingati
Mengapa kuterus disakiti
Sanggup kau singkirkan kudemi dirinya
Bukan menagih simpati
Tak akan 'ku kembali

Sudah jelas kau tinggalkan
Sudah puas 'ku

Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.


Kalau kau masih membaca sampai sini...
mungkin tulisan ini sedang memeluk hati kau dalam diam..

Baca Selanjutnya →

0 Comments:

Catat Ulasan

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”