Lirik Lagu Sedar – Iqmal Haziq

Semalaman diriku
Memikirkan dirimu
Berharap kamu sedar Dari komamu

Tidurku tak lena
Hatiku selalu gelisah
Adakah dia akan sedar seperti dulu

Beri berikan aku
Kekuatan menerima
Apa jua yang terjadi terhadap dirinya

Tuhan hapuskanlah dosa-dosanya
Jangan biarkannya derita
Kembalikan cerita lama selamanya

Genggam hatiku sekuat kuatnya
Untuk terus mencintainya
Agar diriku terus setia padanya

Beri berikan aku
Kekuatan menerima
Apa jua yang terjadi terhadap dirinya

Tuhan hapuskanlah dosa-dosanya
Jangan biarkannya derita
Kembalikan cerita lama selamanya

Genggam hatiku sekuat kuatnya
Untuk terus mencintainya
Agar diriku terus setia padanya

Tuhan hapuskanlah dosa-dosanya
Jangan biarkannya derita
Kembalikan cerita lama selamanya

Genggam hatiku sekuat kuatnya
Untuk terus mencintainya
Agar diriku terus setia padanya

Tutorial : Cara Letak Page FB Di Blog

STEP #1

Dapatkan URL fb page anda seperti di bawah:

copy URL seperti di dalam arrow berwara merah

STEP #2



Kemudian paste URL fb pages anda di  SINI (rujuk gambar di bawah)

Setelah selesai set up di sini, klik GET CODE.


Ini Setting fb page ena yang di masukkan ke aeinnamusa.com


STEP #3


Copy kedua-dua link ini dan paste di html/javascript dan klik SAVE!


DASH BOARD/DESIGN >>  LAYOUT >> ADD GADGET >> HTML/JAVA SCRIPT


Copy kedua-dua code dan paste di html/javascript blog anda.

STEP #4


Preview dulu, kalau puas hati , boleh la SAVE ARRANGEMENT!


Kredit: Aeinna Musa

Qalam: Sifatnya, dan Adakah Ia Merupakan Ciptaan Allah SWT yang Pertama

Sesungguhnya pertama kali yang diciptakan Allah adalah al-Qalam (pena). Kemudian Allah berfirman: “Tulislah!” Pena tersebut bertanya, “Apa yang perlu saya tulis?” Allah menjawab: “Tulislah takdir (semua makhluk); Apa yang telah terjadi dan akan terjadi sehingga akhir zaman (hari Kiamat).

Soalan:

Assalamualaikum w.b.t Dato’ Seri. Bagaimana sifat Qalam dan adakah ia yang pertama dicipta oleh Allah SWT?

Jawapan:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, selawat dan salam kepada Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW, isteri dan ahli keluarga Baginda, para sahabat Baginda serta orang-orang yang mengikuti jejak langkah Baginda sehingga Hari Kiamat.

Hadith daripada ‘Ubadah bin al-Samit R.A, bahawa Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمُ، فَقَالَ: اكْتُبْ. فَقَالَ: مَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اكْتُبِ الْقَدَرَ مَا كَانَ وَمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى الْأَبَدِ

Maksudnya: “Sesungguhnya pertama kali yang diciptakan Allah adalah al-Qalam (pena). Kemudian Allah berfirman: “Tulislah!” Pena tersebut bertanya, “Apa yang perlu saya tulis?” Allah menjawab: “Tulislah takdir (semua makhluk); Apa yang telah terjadi dan akan terjadi sehingga akhir zaman (hari Kiamat).”

Riwayat Abu Daud (4700) al-Tirmizi (2144, 3319) dan Ahmad (5/317).

Al-Qalam adalah daripada nur (cahaya), seperti dalam riwayat daripada Ibn Abbas R.A, katanya:

لَوَدِدْتُ أَنَّ عِنْدِي رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الْقَدَرِ فَوَجَأْتُ رَأْسَهُ، قَالُوا: وَلِمَ ذَاكَ؟ قَالَ: لِأَنَّ اللهَ خَلَقَ لَوْحًا مَحْفُوظًا مِنْ دُرَّةٍ بَيْضَاءَ، دَفَّتَاهُ يَاقُوتَةٌ حَمْرَاءُ، قَلَمُهُ نُورٌ، وَكِتَابُهُ نُورٌ.

Maksudnya: “Aku berkehendak dan bercita-cita bahawa di sisiku terdapat seorang lelaki dari puak ahli qadar[1] lantas aku pukul kepalanya. Mereka bertanya: “Kenapa berbuat demikian?” Jawabnya: “Kerana Allah telah menciptakan Lauh Mahfuz dari permata putih, kedua-dua tepinya daripada yaqut merah, sedangkan qalam-Nya adalah cahaya, dan kitab-Nya adalah cahaya…”

Riwayat al-Tabarani (10605). Al-Haithami menyebut dalam Majma‘ al-Zawa’id (7/393): Al-Tabarani meriwayatkannya daripada dua jalur, dan para perawi ini adalah thiqah.

Allah SWT telah menciptakan al-Qalam dengan tangan-Nya, seperti yang riwayat Ibn Umar R.Anhuma, katanya:

خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَرْبَعَةَ أَشْيَاءَ بِيَدِهِ: آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ , وَالْعَرْشَ , وَالْقَلَمَ , وَجَنَّاتِ عَدْنٍ , ثُمَّ قَالَ لِسَائِرِ الْخَلْقِ: كُنْ فَكَانَ

Maksudnya: “Allah Azza wa Jalla telah ciptakan empat perkara dengan tangan-Nya; Adam AS, Arasy, Qalam dan Syurga ‘Adn. Kemudian Firman Allah kepada sekalian makhluk: “Jadilah.” Maka, terjadilah semua makhluk mengikut kehendak dan ilmu-Nya.”

Riwayat al-Hakim dalam al-Mustadrak (3244) dan al-Ajuri dalam al-Syari’ah (750). Dan telah disahihkan oleh al-Albani dalam Mukhtasar al-‘Uluw (75)

Syeikh Yusuf al-Ghafis berkata: Adapun secara tafsir dan perinci berkenaan zat Lauh dan Qalam, maka ini tidak diterangkan oleh mana-mana nas. (Lihat Syarh al-‘Aqidah al-Tahawiyyah, hlm. 136)

Berkenaan dengan apakah ia adalah makhluk pertama ciptaan Allah, maka persoalan ini telah menjadi khilaf dalam kalangan ulama seperti berikut:

Pendapat Pertama: Ciptaan pertama adalah air. Ini kerana, dikatakan Arasy berada di atas air.  Pendapat ini diriwayatkan daripada Ibn Mas’ud dan sebahagian salaf, serta ditarjihkan oleh Badr al-Din al-‘Aini.

Pendapat Kedua. Ciptaan pertama adalah Arasy. Inilah pendapat jumhur. Pendapat ini juga telah ditarjihkan oleh Syeikh al-Islam Ibn Taimiyyah dan Ibn al-Qayyim. Adapun hujah bahawa Arasy makhluk yang pertama berdasarkan hadith Abdullah bin ‘Amr bin al-‘As R.Anhuma, katanya: Aku dengar Rasulullah SAW bersabda:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ ، قَالَ: وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

Maksudnya: “Allah telah menulis segala takdir makhluk-Nya sebelum penciptaan langit dan bumi sejak lima puluh ribu tahun. Baginda bersabda: ‘Sedangkan Arasy-Nya di atas air.’”

Riwayat Muslim (2653)

Pendapat Ketiga: Sebahagian ulama berpendapat Qalam. Pendapat yang menyatakan Qalam telah ditarjihkan oleh Ibn Jarir al-Tabari dan Ibn al-Jauzi. Pendapat Qalam ini didalilkan oleh hadith riwayat ‘Ubadah bin al-Samit katanya: Aku dengar Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ : اكْتُبْ ، قَالَ : رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ ؟ قَالَ : اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Maksudnya: “Sesungguhnya awal ciptaan Allah adalah Qalam. Lantas firman Allah kepadanya: ‘Tulislah.’ Qalam menjawab: ‘Wahai Tuhanku, apa yang perlu aku tulis.’ Allah berfirman: ‘Tulislah segala taqdir setiap sesuatu sehingga berlaku kiamat.’”

Riwayat al-Tirmizi (255) Abu Dawud (4700) dan ia disahihkan oleh al-Albani dalam Sahih al-Tirmizi.

Walaubagaimanapun, banyak hadith yang menunjukkan bahawa disebut tentang Arasy (sebagai ciptaan pertama) seperti pendapat jumhur ulama.

Kami akhiri dengan doa:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ البَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ القَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

Maksudnya: “Wahai Allah! Kami berlindung kepada-Mu daripada ujian yang berat, hinanya kecelakaan, buruknya takdir dan celaan para musuh (atas bala, ujian dan kecelakaan yang menimpa).”

Buku Dr Zulkifli


Lyrics Southern Salawat - Raef Haggag

A world so lost, a world in painA world in need as mercy cameA calming peace, a love like rainOur hearts will sing and praise his name
Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Taha Rasulillah(Upon Taha, Allah's Messenger)Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Yaseen Habibillah(Upon Yaseen, Allah's beloved)Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Yaseen Habibillah(Upon Yaseen, Allah's beloved)
A living guide, his light will bringThe best in us to everythingO Allah send Your peace and blessingsIn loving praise his name we'll sing
Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Taha Rasulillah(Upon Taha, Allah's Messenger)Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Yaseen Habibillah(Upon Yaseen, Allah's beloved)Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Yaseen Habibillah(Upon Yaseen, Allah's beloved)
Ilaahi salliml Ummah(O Allah save the nation of believers)Minal afaati wan niqmah(From all hardship and from deserving your anger)Wa min hammin, wa min ghummah(And from all worries and grief)Istajib du'ana ya Allah!(Accept our prayers O Allah!)Ilahi najjina wakshif(Our Lord save us and clear away)Jami' athiyatin wasrif(All harm, and deflect from us...)Maka'idal ida waltuff(The plots of our foes, and treat us with gentleness)Istajib du'ana ya Allah!(Accept our prayers O Allah!)
Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Taha Rasulillah(Upon Taha, Allah's Messenger)Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Yaseen Habibillah(Upon Yaseen, Allah's beloved)Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Yaseen Habibillah(Upon Yaseen, Allah's beloved)
Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Taha Rasulillah(Upon Taha, Allah's Messenger)Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Yaseen Habibillah(Upon Yaseen, Allah's beloved)Salatullah salamullah(May Allah's peace and salutations be)'Ala Yaseen Habibillah(Upon Yaseen, Allah's beloved)'Ala Yaseen Habibillah
Assalatu wassalamAssalatu wassalamAssalatu wassalam



Lirik Lagu Kering Sudah Airmata - Munif Hijjaz

Demi masa telah berlalu
Tidak akan datang kembali
Itulah yang selalu di ingatkan
Semoga jadi pedoman

Jalan lurus tapi berduri
Seringkali kita lalui
Hanyalah iman dan jujur di hati
Menjadi penyelamat diri

Ingin sekali aku bawa diri mu
Melihat kebesarannya
Ingin sekali aku bawa hatimu
Melihat kelemahan mu
www.liriklagumalaysia.com

Kering sudahlah airmata ku
Perit sudah segala bicara
Seperti tiada engkau peduli
Kebenaran di depan mata

Engkau percaya hidup di sana
Tapi keyakinan mu tiada
Walau kering airmata ku ini
Terbuka pintu hatimu

Ya allah

Jalan lurus tapi berduri
Seringkali kita lalui
Hanyalah iman dan jujur di hati
Menjadi penyelamat diri

Ingin sekali aku bawa diri mu
Melihat kebesarannya
Ingin sekali aku bawa hatimu
Melihat kelemahan mu

Kering sudahlah airmata ku
Perit sudah segala bicara
Seperti tiada engkau peduli
Kebenaran di depan mata

Engkau percaya hidup di sana
Tapi keyakinan mu tiada
Walau kering airmata ku ini
Terbuka pintu hatimu

Kering sudahlah airmata ku
Perit sudah segala bicara
Seperti tiada engkau peduli
Kebenaran di depan mata

Engkau percaya hidup di sana
Tapi keyakinan mu tiada
Walau kering airmata ku ini
Terbuka pintu hatimu

Mahluk yang Pertama Kali Diciptakan Allah

Allah Ta’ala mengisyaratkan tentang mahluk pertama yang diciptakan, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an,

وَهُوَ الَّذِي خَلَق السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاء لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan adalah arsy-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.“ (QS. Hud : 7).

Ayat di atas, menyebutkan sebelum penciptaan langit dan bumi, ternyata ada mahluk yang sudah diciptakan Allah Ta’ala, yakni ‘arsy dan air.

Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ غَيْرُهُ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ وَخَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ

“Dialah Allah yang tidak ada sesuatupun selain Dia, sedangkan ‘arsy-Nya di atas air, lalu Dia menulis di dalam adz-Dzikir segala sesuatu (yang akan terjadi,) lalu Dia menciptakan langit dan bumi.” (HR. Bukhari).

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab juga menjelaskan,

إشارة إلى أن الماء والعرش كانا مبدأ هذا العالم لكونهما خلقا قبل السماوات والأرض ولم يكن تحت العرش إذ ذاك إِلا الماء

Perkataan (وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ) memberikan isyarat bahwa air dan arsy, keduanya adalah mahluk pemula dari alam ini, karena penciptaan keduanya sebelum langit dan bumi dan pada waktu itu tidak ada di bawah Arsy kecuali air. (Ushul Iman, hal. 85).

Uniknya, ada hadits yang menegaskan bahwa air adalah mahluk Allah yang paling pertama diciptakan. Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَّ الْمَاءَ خُلِقَ قَبْلَ الْعَرْشِ

“Sesungguhnya air diciptakan sebelum ‘arsy” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi).

Namun, bagaimana dengan hadits lain yang menyebutkan bahwa al-qalam (pena) adalah mahluk yang pertama diciptakan?

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ أَوَّلُ مَا خَلَقَ اللَّهُ تبارك وتعالى الْقَلَمُ ثُمَّ قَالَ لَهُ اكْتُبْ قَالَ وَمَا أَكْتُبُ قَالَ فَاكْتُبْ مَا يَكُوْنُ وَ ِمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى أَنْ تَقُوْمَ السَّاعَةُ

Dari Ubadah bin as-Shamit, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda, ‘Mahluk yang pertama kali Allah ciptakan adalah al-qalam (pena), lalu Dia berkata kepada pena tersebut, ‘Tulislah.’ Pena berkata, ‘Apa yang aku tulis?’ Allah berkata, ‘Tulislah apa yang akan terjadi dan apa yang telah terjadi hingga hari Kiamat.” (HR. Ahmad).

Ulama memang berbeda pendapat tentang awal mula mahluk yang diciptakan, tapi setidaknya berkisar antara air, ‘arsy dan pena. Sementara itu, Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengompromikan hadits-hadits di atas.

مَعْنَاهُ أَنَّهُ خَلَقَ الْمَاء سَابِقًا , ثُمَّ خَلَقَ الْعَرْش عَلَى الْمَاء، وَقَدْ وَقَعَ فِي قِصَّة نَافِع بْن زَيْد الْحِمْيَرِيّ بِلَفْظِ: ” كَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ خَلَقَ الْقَلَمَ فَقَالَ: اُكْتُبْ مَا هُوَ كَائِن، ثُمَّ خَلَقَ السَّمَوَات وَالْأَرْض وَمَا فِيهِنَّ ” , فَصَرَّحَ بِتَرْتِيبِ الْمَخْلُوقَات بَعْد الْمَاء وَالْعَرْش , وَأَمَّا مَا رَوَاهُ أَحْمَد وَالتِّرْمِذِيّ مِنْ حَدِيث عُبَادَةَ بْن الصَّامِت مَرْفُوعًا ” أَوَّل مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَم، ثُمَّ قَالَ اُكْتُبْ، فَجَرَى بِمَا هُوَ كَائِن إِلَى يَوْم الْقِيَامَة ” فَيُجْمَع بَيْنه وَبَيْن مَا قَبْله بِأَنَّ أَوَّلِيَّة الْقَلَم بِالنِّسْبَةِ إِلَى مَا عَدَا الْمَاء وَالْعَرْش , أَوْ بِالنِّسْبَةِ إِلَى مَا مِنْهُ صَدَرَ مِنْ الْكِتَابَة، أَيْ أَنَّهُ قِيلَ لَهُ اُكْتُبْ أَوَّل مَا خُلِقَ

“Maknanya, Allah menciptakan air terlebih dahulu, lalu menciptakan ‘arsy di atas air. Dalam kisah Nafi’ bin Zaid Al-Himyari dengan lafadz “Singgasana-Nya terletak di atas Air, baru kemudian Dia menciptakan Al-Qalam (pena takdir). Lalu Allah berkata : “Tulislah segala yang akan terjadi!”.

Lalu Allah menciptakan Langit dan Bumi beserta segala isinya. Di sini disebutkan secara gamblang urutan penciptaan para makhluk setelah air dan Arsy. Adapun apa yang diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzi dan selain keduanya dari hadis yang diriwayatkan oleh Ubadah bin Ash-Shamit secara marfu’:

“Pertama kali Allah menciptakan pena takdir (al-qalam). Kemudian Allah berkata : “Tulislah segala yang akan terjadi sampai hari kiamat!”.

Maka hadits ini harus dikompromikan dengan hadits sebelumnya, bahwa yang dimaksud “Pena merupakan makhluk pertama kali” di sini, disandarkan kepada selain air dan ‘arsy. Atau, disandarkan kepada penulisan yang akan muncul darinya. Artinya, sesungguhnya dikatakan kepadanya (Al-Qalam) : “Tulislah (makhluk) apa yang akan diciptakan pertama kali”. (Fathul Bari : 6/289).

Dengan demikian, Al-Imam Ibnu Hajar menguatkan pendapat bahwa mahluk yang pertama kali Allah ciptakan adalah air, kemudian ‘arsy dan al-qalam (pena).

Salman Al-farisi

Bagaimana Air Terbentuk?

Air sebagaimana dibahas sebelumnya, merupakan mahluk yang pertama kali diciptakan. Lantas, bagaimana air ini terbentuk?

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَٰدِرُونَ

“Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (QS. Al-Mu’minun Ayat 18).

Pada umumnya para ulama menafsirkan bahwa air yang turun dari langit adalah air hujan. Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, maka semakin diketahui hikmah kauniyah dari ayat di atas.

Menurut  ilmu  pengetahuan, air merupakan kumpulan molekul-molekul yang tersusun dari dua atom Hidrogen dan satu atom oksigen (H2O). Oleh karena itu  untuk  membahas  penciptaan  air  tidak  bisa  terlepas  dari  penciptaan  unsur-unsur (atom) penyusunnya. Sedangkan  membahas  pembentukan (penciptaan) atom tidak akan terlepas dari proses terbentuknya alam semesta.

Berdasarkan teori kejadian alam semesta, air, atau paling tidak  unsur-unsur pembentuknya  memang terjadi pertama kali di langit. Pada  awal masa penciptaan semesta. Ketika itu materi utama pengisi alam semesta adalah hidrogen. Hidrogen berasal dari kata hydro (bahasa Yunani,  berarti  air)  dan  gen  (berarti  asal). Sedangkan hidrogen memang unsur pembentuk air.

Ketika  bintang mulai terbentuk, di sebelah luarnya terbentuk pula  badai  debu  dan gas. Air dijumpai sebagai awan antarbintang  (interstellar  cloud)  di  galaksi  kita. Air mungkin dijumpai pula di galaksi lain dalam jumlah yang berlimpah, karena oksigen dan hidrogen termasuk unsur-unsur  yang paling banyak jumlahnya di alam semesta.  Awan antarbintang  biasanya terkumpul menjadi  nebula surya  (solar nebulae) atau tata surya seperti  matahari  kita.  Pada  daerah  tata  surya  kita  air banyak  didapati  di luar bumi, tetapi pada umumnya dijumpai dalam bentuk gas atau es. Sedangkan dalam bentuk  cair,  air praktis hanya dijumpai di bumi.

Dengan demikian, ayat di atas semakin membuktikan Al-Qur’an bersesuaian dengan temuan-temuan terbaru tentang terbentuknya air.

Salman Al-farisi

Wadah Terkini