(Suara makin perlahan… menahan sebak...)
“Aku masih sahabat itu...
Sahabat yang pernah tertawa bersama...
Pernah menangis sama...
Pernah saling memeluk rasa...
Tapi hidup… kadang bawa kita ke simpang yang berbeza...
Ada waktu... kita perlu memilih...
Bukan kerana aku berubah,
Bukan juga kerana kalian tak lagi penting...
Tapi...
Ada luka yang tak mampu aku jelaskan...
Ada perasaan yang tak mampu aku paksa untuk terus kuat...
Aku penat…
Penat berpura-pura tidak apa-apa...
Penat menahan semua rasa sendirian...
Jadi...
Aku memilih untuk diam...
Memilih untuk menjauh...
Tapi percayalah…
Aku tak pernah berhenti menyayangi...
Doa ini tetap sama...
Masih menyebut nama kalian...
Masih menitipkan harapan agar kalian terus bahagia...
Aku hanya...
Berdoa dari jauh...
Dalam sunyi... dalam sepi...
Tanpa suara... tanpa bicara...
Kerana mungkin...
Inilah cara aku...
Menyayangi... tanpa perlu lagi melukai diri sendiri...”
(Senyum paksa… tunduk perlahan... berjalan meninggalkan...)
0 Ulasan