Yang tak terucap


Sayang, di setiap detik yang terlewati,
Aku tahu kamu diam, tapi tak pernah jauh.
Walau tak kau tegur, tak kau larang,
Namun setiap langkahku kau amati dengan penuh harap.

Kau lepas aku dengan keteguhan hati,
Bukan karena tak peduli,
Tapi karena kau tahu, aku harus tumbuh sendiri,
Meski hati ini kadang merasa kehilangan.

Di dalam diam, doa-doamu menyertai,
Setiap pilihan yang kuambil, tak pernah tanpa bayangmu.
Buatlah yang terbaik, katanya,
Karena kamu percaya, walau tak selalu tampak,
Aku akan selalu kembali ke rumah yang sama.

Catat Ulasan

0 Ulasan