Yang tak terucap

Sayang, di setiap detik yang terlewati,
Aku tahu kamu diam, tapi tak pernah jauh.
Walau tak kau tegur, tak kau larang,
Namun setiap langkahku kau amati dengan penuh harap.

Kau lepas aku dengan keteguhan hati,
Bukan karena tak peduli,
Tapi karena kau tahu, aku harus tumbuh sendiri,
Meski hati ini kadang merasa kehilangan.

Di dalam diam, doa-doamu menyertai,
Setiap pilihan yang kuambil, tak pernah tanpa bayangmu.
Buatlah yang terbaik, katanya,
Karena kamu percaya, walau tak selalu tampak,
Aku akan selalu kembali ke rumah yang sama.

Dan jika kau masih di sini, membaca hingga ke penghujung…
mungkin ini bukan sekadar tulisan…
mungkin ini adalah rasa yang akhirnya kau temui dalam diam.
Di Sini, Jiwa Yang Penat Boleh Berehat.
#JMBELOG

0 Comments:

Catat Ulasan