Skip to content
Bergema suara takbir di angkasa
Selembut bayu meresap ke dalam jiwa
Betapa hatimu terharu
Menyambut anakmu kembali
Terbayang senyuman di wajah nan sepi
Pulangnya anakmu di pagi yang murni
Kasihmu seharum kasturi
Melambai anakmu kembali
( korus )
Dalam dakapan keheningan maya
Pertemuan yang menyentuh di jiwa
Sekian lamanya terpisah
Harapan kini menjadi nyata
Kiranya perpisahan terjadi lagi
Anakmu pergi mencurahkan bakti
Doamu teriring selalu
Semoga bertemu kembali
🌙 Diari Yang Tersimpan
-
▼
2026
(1357)
-
▼
Mac
(221)
- Suara Yang Lama Dipendam
- Ranking 20 Sekolah Terbaik di Kedah Bagi Keputusan...
- Hari 90 — 31 Mac
- Bila Tubuh Berbicara #3 – Degupan Yang Tidak Tenang
- Jangan Menyesal Kita Kenal Dengan Seseorang
- Hari 89 — Mac, Terima Kasih Kerana Jujur
- Bukan Semua Yang Terlihat Itu Cerita Penuh
- Di Zon Merah, Aku Belajar Tentang Kehidupan
- Bila Tubuh Berbicara #2 – Nafas Yang Tiba-Tiba Berat
- Dalam Diam, Aku Masih Berjuang
- Strok Haba – Bila Panas Menjadi Bahaya
- Tertewas Juga – Saat Nafas Diselamatkan
- Hari 88 — Mac Yang Menguatkan
- Syukur Dalam Perlahan
- Bila Tubuh Berbicara #1: Isyarat Yang Kita Abaikan
- 10 Daerah Terkaya & Termiskin di Malaysia 2026
- MONOLOG JIWA – Bila Dada Menyucuk, Antara Tanggung...
- Memahami Kanser Paru-Paru & Kanser Darah – Bila Tu...
- Benarkah “Strawberry Meth” Di Sekolah? – Antara Vi...
- Monolog Jiwa – Penutup: Dari Bunyi Ke Makna
- Doa Sebelum Terlelap – Berserah Dalam Diam
- Monolog Jiwa – Bila Sunyi Jadi Teman, Bukan Musuh
- Antara Mitos dan Realiti: Malaysia & Iran 1988
- Setiaku - Lokman Hakim
- TENTANG MEMAAFKAN #7 – Tenang Itu Akhirnya Pulang
- Hari 87 — Aku Tidak Menyesal Bergerak Perlahan
- Monolog Jiwa – Ikhlas Itu Bukan Mudah, Tapi Aku Be...
- Naqshbandi – Tarekat Sufi Sunni yang Tenang dan Teguh
- Bercerita Bukan Melemahkan
- Monolog Jiwa – Saat Bunyi Tak Lagi Menenangkan
- Monolog Jiwa – Bunyi & Makna
- Monolog Jiwa – Selepas Aku Belajar Berhenti
- Hari 86 — Menghargai Perjalanan Senyap
- 🌍 Di Mana Minyak Paling Murah di Dunia? — Sebuah ...
- Dari Dakwat ke Hidayah
- Aku Penat Jadi Kuat Untuk Semua Orang
- One Vengeance For All – Perang Naratif Semasa Konf...
- “One Vengeance For All” – Bila Perang Bukan Lagi T...
- Monolog Jiwa – Bila Aku Terpaksa Berhenti
- TENTANG MEMAAFKAN #6 – Aku Sudah Berbeza
- Jangan Pernah Menoleh ke Belakang
- Hari 85 — Mac Hampir Selesai
- Monolog Jiwa – Ayah dan Ibu
- Bertahan Walau Perlahan
- Ngilu Yang Tak Pernah Pergi
- Syukur Pada Rehat Yang Diberi
- Yang Renggang Dirapatkan
- Memori H #10 – Bila Malam Datang Lebih Awal
- ⛽ Bila Harga Naik, Kita Yang Diam-Diam Berubah
- Rindu Takkan Pergi
- Hari 84 — Aku Tidak Perlu Jadi Orang Lain
- Benang Halus Dunia Digital
- Kimoterapi – Antara Sakit, Harapan & Kekuatan
- TENTANG MEMAAFKAN #5 – Hati Yang Pernah Retak
- Hari 83 — Menjaga Apa Yang Tinggal
- Panas Yang Diam, Tapi Membakar Dari Dalam
- Syawal Ke-4 — Dua Tangisan Dalam Satu Waktu
- Bila Yang Pergi Itu Pernah Jadi Sebahagian Hari Kita
- Monolog Jiwa – Syawal Ke-3
- Hari 82 — Aku Tidak Perlu Takut Esok
- Memori H #9 – Wajah-Wajah Yang Tidak Dikenali
- TENTANG MEMAAFKAN #4 – Melepaskan Dengan Redha
- Hari 81 — Mengizinkan Diri Gembira
- MONOLOG JIWA – Raya Yang Tak Lagi Sama
- ANDAI SUATU HARI NANTI AKU PERGI MENINGGALKAN DUNI...
- Selfish? Atau Aku Cuma Diam Menjaga Diri
- Ambil Jalan Yang Senyap
- Kaget! Ayam Tak Ada ‘Itu’, Tapi Masih Boleh Membiak
- Kubur Tanpa Nama di Masjid Kulim
- Lirik Lagu Satu Hari Di Hari Raya - M. Nasir
- Hari 80 — Hati Yang Sedang Pulih
- Jangan Paksa Aku Kuat Setiap Masa
- Raya Sendiri
- TENTANG MEMAAFKAN #3 – Luka Yang Mengajar
- Hari 79 — Aku Masih Memilih Tenang
- Dajjal: Antara Kebenaran Hadis dan Cerita Yang Dit...
- Keajaiban Tanah Suci
- Rahsia Lantai Sejuk di Masjidil Haram
- Panji Hitam Dari Timur: Antara Harapan, Hadis dan ...
- Selamat Hari Raya Aidilfitri 2026
- Waktu Solat Malaysia (Zon: KDH05 - Bandar Baharu, ...
- Raya Jumaat atau Sabtu? — Bila Langit Menjadi Jawapan
- Mengapa Hari Raya Islam Tidak Tetap?
- 1 Syawal 1447H – Saat Sunyi Bertukar Menjadi Syukur
- Monolog Jiwa – Luka Hari Raya Yang Tak Pernah Hilang
- Monolog Jiwa – Kita Baca, Tapi Kita Tak Nampak
- Hari 78 — Tidak Semua Perlu Diselamatkan
- Mampukah Aku Jalani Semua Ini
- Memori H #8 – Menunggu Ujian Seterusnya
- Raya Tahun Ini: Jumaat atau Sabtu? Data Falak Menj...
- DOA DAN AMALAN PELINDUNG FITNAH DAJJAL
- KRONOLOGI PERISTIWA AKHIR ZAMAN
- TANDA-TANDA KEMUNCULAN DAJJAL
- ASAL USUL DAJJAL – FITNAH TERBESAR AKHIR ZAMAN
- TENTANG MEMAAFKAN #2 – Aku Memilih Damai
- Hari 77 — Aku Masih Belajar Mencintai Diri
- Ya, Abah Saya Security
- Akhir Perjalanan, Awal Harapan
- Perlahan-Lahan Hilang – Bila Sikap Kecil Meruntuhk...
- Cermin Tanpa Sedar – Cara Dunia Melihat Dirimu Dal...
- Hari 76 — Berdamai Dengan Hari Sunyi
- LIRIK LAGU JODOH LEBARAN - AISHA RETNO
- Fidyah Puasa – Bila Ibadah Tertinggal, Masih Ada J...
- Aidilfitri Hari Kita – Riang Yang Menyimpan Rindu
- MONOLOG JIWA – Hormat Yang Hilang Perlahan-lahan
- Belajar Dari Luka
- SAHUR BAHAMBUR, HATI TAK HANCUR
- Tahun Keenam — Aku Masih Belajar Menjadi Aku
- TENTANG MEMAAFKAN #1 - AKU TIDAK DENDAM
- Hari 75 — Aku Tidak Terlambat
- Memori H #7 – Pulang Dengan Perasaan Yang Berubah
- Hanya Pada-Nya
- Hari 74 — Menghargai Nafas Hari Ini
- JjBila Ada Yang Cuba Menjatuhkan Kita
- Detik Yang Berharga
- Bersama Semoola — Bila Kenangan Lama Datang Menyap...
- Hari 73 — Aku Tidak Hilang Arah
- Lirik Lagu Aidilfitri - Sanisah Huri
- Di Sebalik Nama Dan Tarikh
- Memaafkan Diri
- Kenapa Solat Witir Jangan Ditinggalkan?
- Lebih Afdal Solat Tarawih di Rumah atau di Masjid?
- Kenapa Solat Tarawih Ada 8 atau 20 Rakaat?
- Kenapa Rasulullah ﷺ Tidak Berterusan Solat Tarawih...
- Benarkah Rasulullah ﷺ Tidak Pernah Mengumandangkan...
- Kiraan Falak Aidilfitri – Antara Hisab, Rukyah dan...
- Hari 72 — Tidak Semua Luka Perlu Ditutup
- CEBISAN SEJARAH GAJI PELAKON FILEM MELAYU KLASIK –...
0 Comments:
Catat Ulasan