Memaparkan catatan dengan label LUKA DALAM DIAM. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label LUKA DALAM DIAM. Papar semua catatan

Bila Tenang Kita Tak Dilihat

Bila Tenang Kita Tak Dilihat

Bila Tenang Kita Tak Dilihat

Selagi orang tak usik kita, kita hanya ingin hidup tenang. Kita bawa diri, jaga diri, dan tak sibuk dengan urusan sesiapa. Tapi bila ada yang mengusik luka yang kita sembunyikan, lidah kita boleh jadi tajam… kerana hati kita sedang sakit.

Manusia sering melihat marah kita, tapi lupa segala tenang yang pernah kita beri. Mereka tidak nampak usaha kita untuk diam, untuk sabar, untuk faham. Tapi saat kita meletus, saat suara kita pecah dari diam yang lama, mereka mula menilai kita sebagai paling jahat.

"Aku bukan pemarah,
cuma terlalu banyak menanggung.
Aku bukan jahat,
cuma terlalu lama diam dengan luka yang tidak pernah sembuh."
#JMBELOG – Setiap jiwa punya cerita.

Aku Juga Ingin Bahagia

Aku Juga Ingin Bahagia

Aku Juga Ingin Bahagia

Oh Tuhan, Berikanlah aku kekuatan… Untuk terus melangkah di atas jalan-Mu, walau ia penuh duri dan airmata.

Aku percaya, di sebalik setiap kehilangan, ada pelajaran. Di balik setiap tangisan, ada hikmah yang tak ternilai.

"Andainya hatiku bersuara, pastinya ia akan berkata: ‘Cukuplah sayang, aku tidak berdaya.’"

Sudah terlalu kerap aku terluka, namun entah mengapa aku tetap setia. Tetap menanti, tetap berharap… pada cinta yang mungkin tak pernah benar-benar sudi menerima.

Kenapa aku masih di sisinya? Aku sendiri tak tahu. Mungkin kerana aku terlalu ingin mencintai. Mungkin kerana aku terlalu takut untuk ditinggalkan.

"Seperti insan biasa… Aku juga ingin bahagia. Menyintai dan dicintai… tiada duanya."

Jika permintaanku ini terlalu tinggi, jika rinduku ini terlalu dalam, jika harapanku ini terlalu muluk… maka maafkanlah aku, kasih.

Aku cuma insan biasa. Yang tetap menghadap Tuhan setiap malam, mohon satu kekuatan – untuk menahan luka yang tak kelihatan.

Oh Tuhan, Berikanlah aku reda, agar aku tidak lagi bertanya: “Kenapa aku yang harus merasa semua ini?”

Berikanlah aku tenang, kerana aku tahu, **tiada duka yang Kau hadirkan tanpa maksud yang lebih indah di hadapan.**