Tidak semua perubahan datang dalam bentuk yang besar. Ada perubahan yang bermula dengan bangun lima minit lebih awal, minum air, atau tidak marah pada diri sendiri hari ini. Langkah kecil juga layak dipuji.
Surat Untuk Cermin
Dia letakkan satu nota kecil di tepi cermin:
“Aku nampak kamu. Aku tahu kamu cuba. Maaf kalau aku tak selalu lembut dengan kamu.”
Surat kecil itu membuatkan hatinya tersenyum. Kadang-kadang, cermin adalah saksi kecil kepada keberanian yang kita lupa kita miliki.
Pelukan Untuk Diri
Pelukan bukan hanya untuk orang lain. Ia juga bahasa untuk diri sendiri ketika kata-kata tidak lagi cukup. Dalam diam, dia peluk bahunya sendiri—bukan dramatik, hanya pengakuan bahawa manusia juga perlu dipulihkan.
Episod ini mengingatkan: jangan tunggu orang lain untuk menjaga kamu. Kadang-kadang, diri sendiri pun sudah cukup.
Tentang Yang Kita Simpan Dalam Diam
Ada sesuatu yang kita simpan bukan kerana ia berharga, tetapi kerana kita takut ia akan pecah bila dikeluarkan. Kita ketawa, kita menjawab soalan dengan ringkas, kita menunduk bila mata bertanya lebih dalam dari yang kita mahu jawab.
Setiap pagi, dia menyusun hati agar tidak berantakan pada pandangan orang. Dia belajar menjahit senyum di atas luka, menukar diam menjadi ruang selamat. Namun ketika malam datang, perasaan itu keluar perlahan—seperti nama seseorang yang lama tidak dipanggil.
Pada episod pertama ini, marilah kita beri satu hembusan nafas kepada semua yang kita simpan.
Monolog Jiwa — Aku Cuma Cuba
Monolog Jiwa — Memberi Tanpa Syarat
Monolog Jiwa — Kadang-kadang Aku Memberi
Sebuah catatan lembut tentang memberi tanpa syarat, dan doa yang menjadi balasan.
#JMBELOG | belogsjm.blogspot.com • Entri ditulis untuk pembaca yang mencari ketenangan dan kefahaman.
🔎 Carian Minggu Ini
🌙 Diari Yang Tersimpan
-
▼
2026
(1454)
-
▼
September
(59)
- Kewangan (2)
- Hari 269 — 26 September
- Tentang kawan
- Hari 268 — 25 September
- Hentikan Buli: Bagi Kamu Gurauan, Bagi Mangsa Mung...
- CTA lembut
- Hari 267 — 24 September
- Hari 266 — 23 September
- 7 Fungsi Utama Security: Memahami Skop Kerja Darip...
- Hari 265 — 22 September
- Hari 264 — 21 September
- Di Keheningan Malam Ku Bersujud – Santri Metal Fam...
- Hari 263 — 20 September
- Engagement
- Ayah Tidak Pandai Berkata Sayang, Tetapi Seluruh H...
- Hari 262 — 19 September
- Terence Tao: Matematik, AI dan Persoalan Besar Ten...
- Cerita yang relatable
- Hari 261 — 18 September
- Kewangan
- Hari 260 — 17 September
- Saat Hutang Membebankan Hati, Ada Doa Yang Mengaja...
- Suratan Takdir - Gersang
- PEMIMPIN HEBAT BUKAN SEKADAR MEMBERI ARAHAN
- Hari 259 — 16 September
- Hari 258 — 15 September
- Radio-Photoluminescence (RPL): Bagaimana Radiasi B...
- Tak Apa, Biar Ada
- 10 Tanda Seorang Lelaki Sedang Memendam Tekanan Hidup
- (NEW EDITION) ANAS Pouch Creamy Lipmatte [5ML] — U...
- Aku Diam Bukan Kerana Aku Tak Peduli
- Hari 257 — 14 September
- Dari Kampung Selamat, Aku Masih Terus Melangkah
- Dia Bukan Tak Perlukan Apa-Apa… Dia Cuma Tak Mahu ...
- Hari 256 — 13 September
- Pernah?
- Hari 255 — 12 September
- Di Sebalik Walkie-Talkie, Ada Seorang Yang Sedang ...
- Agama Dominan Negara-Negara Asia Tenggara: Islam, ...
- Semakin dewasa, semakin aku faham…
- Hari 254 — 11 September
- Cintaku Habis Untukmu - Areesa
- Tragedi Khavdya Dongar: Anak, Bapa dan Ibu Terjatu...
- Aku bukan siapa-siapa yang hebat.
- Hari 253 — 10 September
- Hari 252 — 9 September
- Hari 251 — 8 September
- Hari 250 — 7 September
- Hari 249 — 6 September
- Filem ‘Orang Perang’ Angkat Keberanian Orang Asli ...
- Mengapa Warna Kulit Manusia Berbeza?
- Bukan Tak Nak Senyum, Tapi Kesakitan Mengatasi Seg...
- Hari 248 — 5 September
- Hari 247 — 4 September
- Hari 246 — 3 September
- Hari 245 — 2 September
- PULANGKAN KAIN AKU...
- Anak Yang Mak Kata Tak Ada Masa Depan, Rupanya Dia...
- Hari 244 — 1 September
-
▼
September
(59)
