Kau Tetap Di Jendela Kenanganku - EYE


Kau Tetap Di Jendela Kenanganku - EYE

Bagai nak ku lontarkan diriku ini
Jauh dari lubuk hatiku
Tapi tak tergamak hati kecilku ini
Untukku memisahkannya

Engkau bukan boneka
Ataupun perhiasan
Yang semudah nak ku singkirkan
Aku jua insan yang punya perasaan
Diri ini tak sekejam
Apa yang kau sangkakan

Dalam keretakan cinta
Akhirnya terbelah jua akhirnya
Tetapi engkau tetap
Di jendela kenanganku

Kini kau bukan milikku lagi
Kau mekar di dalam jambangan orang
Tak mungkin dapat
Ku sunting tangkai
Apa lagi nak ku cium harumannya

Aku kini bak kumbang
Yang berterbangan
Antara kuntuman yang berkembangan
Mencari nurbisa penawar duka

Sukar nak ku kikis
Bayangan rindu ini
Menjengah di jendelaku
Puas ku mengusirnya
Tapi tak berupaya
Batinku semakin tersiksa

Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.

0 Comments:

Catat Ulasan

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”