Cara baca Al-Fatihah dengan betul
Cara baca Al-Fatihah dengan betul
Baca Al-Fatihah secara Wakaf
Kaedah membaca al-Fatihah dalam solat yang ditekankan oleh Ustaz Don adalah bacaan secara ‘wakaf’. Apabila kita hendak membaca, kita ambil nafas dan kita terus membacanya. Setiap bacaan ayat dalam surah al-Fatihah apabila wakaf (berhenti), ayat seterusnya kena sambung dengan nafas yang baru.
Mengikut sunnah Rasulullah SAW, ketika membaca al-Fatihah dalam solat kalau kena wakafkan bacaan, kena wakafkan. Setiap kali nak masuk ayat baru, tarik nafas. Maksudnya, ayat surah al-Fatihah baca satu per satu. Pastikan sebutan betul, makhraj huruf betul dan mematuhi setiap hukum tajwid termasuk panjang pendek bacaan. Jika hukum-hukum ini tidak dipatuhi, solat boleh menjadi tidak sah.
Bila kita baca ayat surah al-Fatihah dan berhenti dihujung ayat, dan disambung ayat seterusnya dengan nafas yang sama, ianya adalah satu kesalahan dalam membaca Al-Quran. Oleh sebab itulah solat yang dikerjakan menjadi tidak sah.
Cara Baca Surah Al-Fatihah
- (Ambil nafas) dan baca “Bismillaahirrahmaanirrahiiiiiimm“, kemudian wakaf/berhenti. (baki nafas dibuang)
- (Ambil nafas baru) dan baca “Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiiiiiin“, kemudian wakaf. (baki nafas dibuang)
- (Ambil nafas baru) dan baca “Arrahmaanirrahiiiiiimm“, kemudian wakaf. (baki nafas dibuang)
- (Ambil nafas baru) dan baca “Maalikiyau middhiiiiiinn“, kemudian wakaf. (baki nafas dibuang)
- (Ambil nafas baru) dan baca “Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iiiiiinn“, kemudian wakaf. (baki nafas dibuang)
- (Ambil nafas baru) dan baca “Ihdinaosirataol mustaqiiiiiimm“, kemudian wakaf. (baki nafas dibuang)
- (Ambil nafas baru) dan baca “Siratoallazi na an’amta’alaihim ghoiril maghduu bi’alaihim walaodhoaaaaalliiiiiinn“, kemudian wakaf. (baki nafas dibuang)
Insyaallah dengan hidayah daripada Allah mampu memadam dosa-dosa kita. Amin.
🔎 Carian Minggu Ini
🌙 Diari Yang Tersimpan
-
▼
2026
(1494)
-
▼
Oktober
(35)
- Hari 297 — 24 Oktober
- Menangislah Jika Perlu, Tetapi Jangan Berhenti Mel...
- Hari 296 — 23 Oktober
- Bukan Kerana Allah Membenci: Menghadapi Ujian Huta...
- Hari 295 — 22 Oktober
- Hari 294 — 21 Oktober
- Aku Berkawan Dengan Semua Orang, Kerana Pengalaman...
- Hari 293 — 20 Oktober
- Hari 292 — 19 Oktober
- Doa Ketika Menghadapi Kesusahan: Zikir Sahih yang ...
- Hari 291 — 18 Oktober
- Visi Tanpa Tindakan Hanyalah Angan-Angan
- Hari 290 — 17 Oktober
- Hari 289 — 16 Oktober
- Hari 288 — 15 Oktober
- Hari 287 — 14 Oktober
- Hari 286 — 13 Oktober
- Hari 285 — 12 Oktober
- General Keyboard Shortcuts: Senarai Pintasan Keybo...
- Hari 284 — 11 Oktober
- Mesej Terakhir Rahman: Aku Cuma Rindu Zaman Kita Dulu
- Hari 283 — 10 Oktober
- Hari 282 — 9 Oktober
- Hari 281 — 8 Oktober
- Hari 280 — 7 Oktober
- Hari 279 — 6 Oktober
- Pilu Terbalut Rindu - Zinidin Zidan
- Secawan Kopi Sebelum Aku Resign
- Hari 278 — 5 Oktober
- Hari 277 — 4 Oktober
- Hari 276 — 3 Oktober
- 5 Perkara Yang Patut Kita Faham Tentang Hidup
- Hari 275 — 2 Oktober
- Hari 274 — 1 Oktober
- Sepaket Nasi, Sejuta Makna
-
▼
Oktober
(35)
