MONOLOG JIWA – DISEBALIK SENYUM 1

MONOLOG JIWA – “DISEBALIK SENYUM”
(Suara hati yang selalu kuat di depan manusia…)

"Mereka lihat aku senyum,
Tapi tak pernah mereka tahu…
Senyum ini menyorok ribuan luka."

"Mereka dengar aku ketawa,
Tapi tak pernah mereka dengar…
Betapa suara tangis itu lebih nyaring dalam dada."

"Bukan aku tak mahu bicara,
Bukan aku tak mahu mengadu...
Cuma… aku penat,
Bila bicara tak semua mahu benar-benar mendengar."

"Lalu aku pilih…
Senyap. Diam. Tahan sendiri."

"Sebab aku tahu…
Allah ada.
Cukup Allah yang tahu,
Cukup Allah yang dengar…"

"Dan hari ini, aku cuma mahu kuat...
Biar pun dalamnya remuk.
Aku tetap akan senyum, walau hati sendiri menangis."

MONOLOG JIWA - DISEBALIK SENYUM

Disebalik senyum, ada luka yang tak terucap...
Disebalik tawa, ada tangis yang tak terdengar...
Tapi aku tetap pilih tersenyum.
Bukan kerana aku kuat…
Tapi kerana aku percaya, Tuhan sedang siapkan bahagia yang lebih indah dari luka ini."

"Biar orang tak faham, biar orang tak tahu...
Cukuplah Allah yang tahu setiap hela nafas yang menahan peritnya rasa."

Aku kuat bukan sebab aku tak pernah jatuh... Tapi sebab aku selalu bangkit, walau beribu kali luka.