Utusan Rindu

Utusan Rindu

bagaikan pungguk merindui rembulan
kuasyik memuja kadang waktu terlena
mampu melihat nun jauh di alam maya
tapi tak terdaya
menggapai menyapanya

utusan rindu merindui dirimu
kau sering beradu
dalam igauan mimpiku

tapi kutahu jauh dari pancainderaku
cuma kumampu melukis impianku

kan kubina singgahsana
di kaki pelangi indah
agar cahaya rindu ini
mengelilingi ku

apakah itu cuma, cuma impianku saja
sedangkan hakikatnya engkau dan aku berbeza
andainya kau terima impian menjadi nyata
itulah dikatakan jodohnya kita di tangan tuhan

tapi kutahu kau jauh di mataku
cuma kumampu melukis impianku

mampu melihat kau jauh dari pancainderaku
tapi tak terdaya menggapai mencapainya


Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.

0 Comments:

Catat Ulasan

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”