#terlalusadis #jmbelog

Engkau yang mulai
Engkau yang berjanji
Engkau pula yang mengingkari
Begitu tega tanpa rasa iba
Kau tinggalkan luka

Masih disini di kamar sunyi
Hanya lilin menemani
Harus ke mana akan ku bawa cerita ini

Sungguh kejam
Terlalu kejam
Pilunya menyesak di dada

Menyayat luka lara
Sungguh ku tergoda
Dengan rayuanmu

Sirna lah sudah
Harapan cinta
Yang kita bina
Hilang sia-sia

Pandainya kau bersilat lidah
Seolah aku yang bersalah
Pandainya kau membagi duka
Seolah engkau lah korbannya

Masih disini di kamar sunyi
Hanya lilin menemani
Harus ke mana akan ku bawa cerita ini

Sungguh kejam
Terlalu kejam
Pilunya menyesak di dada

Menyayat luka lara
Sungguh ku tergoda
Dengan rayuanmu

Sirna lah sudah
Harapan cinta
Yang kita bina
Hilang sia-sia

Pandainya kau bersilat lidah
Seolah aku yang bersalah
Pandainya kau membagi duka
Seolah engkau lah korbannya

Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.

2 ulasan:

  1. Ya Allah..mari hindari dari melukai hati teman kita ya

    BalasPadam
  2. Indahnya bahasa, tajamnya berbisa. Itu kata-kata.

    Kata baik maka baik lah
    Kata buruk maka binasa

    BalasPadam

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”