#bulandisebalikawan #jmbelog

(*)
Ingin ku kabarkan resah, siapa yang sudi mendengar
Ingin ku beralih arah, apakah pula katamu
Sekian lama menunggu dan aku masih menunggu
Bagai ada sesuatu cuba menghalang mataku

(#)
Bulan di sebalik awan tidak jelas kelihatan
Walau samar kekuningan, jadi idaman...

Reff:
Aku yang dibiarkan sendiri tak berteman
Hati pun bertanya apakah sudahnya, apakah jawapannya
Ku tunggu kau menjelma, sehingga ku terlena
Apa mainanmu, apa gurauanmu sengaja mengujiku
Andainya engkau tak sudi tidak aku memaksa
Bukan merajuk, biarlah ku pergi
Cukup hanya dari jauh aku tak akan mengeluh
Ku rela kalau bukan jodoh...

Bulan di sebalik awan tidak jelas kelihatan
Ku buang rindu di pantai , bila harapan terkecai

[Interlude]
Back to: (#), Reff, (*)

Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.

0 Comments:

Catat Ulasan

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”