Ingin ku menangis saat ku terpakuMengenangkan nasib diri yang tiada artiTak pernah kunikmati megahnya duniaBahkan ku tak pernah tahu cantiknya raut wajahmuDuhai Kekasih
Hari-hari berlalu bagai dalam mimpiSeakan ku berjalan di balik awan kelabuYang ada hanya hitamYang ada hanya kelamAku melangkah dengan perasaan
Mengapa daku terlahir ke dunia ini?Hanya menanggung beban duka dan deritaPernah kusesali, namun, itu tiada artiKini aku sadari, semua itu suratan dari-Nya
Hari-hari berlalu bagai dalam mimpiSeakan ku berjalan di balik awan kelabuYang ada hanya hitamYang ada hanya kelamAku melangkah dengan perasaan
Mengapa daku terlahir ke dunia ini?Hanya menanggung beban duka dan deritaPernah kusesali, namun, itu tiada artiKini aku sadari, semua itu suratan dari-Nya
Mengapa daku terlahir ke dunia ini?Hanya menanggung beban duka dan deritaPernah kusesali, namun, itu tiada artiKini aku sadari, semua itu suratan dari-Nya
Kini aku sadari, semua itu suratan dari-Nya
0 Comments:
Catat Ulasan
“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”