Talam dua muka
Kawan atas pagar
Kini aku pula sanggup engkau cabar
Engkau perdagangkan
Kasih sayang ku selama ini
Engkau menggadaikan
Kerinduan demi kedudukan
Bukannya sengaja ku mengungkit
Tapi kau sengaja yang membangkit
Akulah teman di kala susah
Akulah teman pengubat resah
Bukannya sengaja ku mengungkit
Tapi kau sengaja yang membangkit
Akulah tempat engkau mengadu
Dan akulah juga yang tertipu
Usah pandang pohon yang sebatang
Tapi renung hutan yang terbentang
Yang merimbun dan juga menghijau
Ada makna rahsia tersembunyi
Lihat pada rupa
Tak mungkin percaya
Tersusun gerak geri dan bicara
Engkau perdagangkan
Kasih sayang ku selama ini
Engkau menggadaikan
Kerinduan demi kedudukan
Bukannya sengaja ku mengungkit
Tapi kau sengaja yang membangkit
Akulah teman di kala susah
Akulah teman pengubat resah
Bukannya sengaja ku mengungkit
Tapi kau sengaja yang membangkit
Akulah teman engkau mengadu
Dan akulah juga yang tertipu
Untung rugi bukan ku tentukan
Ku menadah tangan dan terus berdoa
0 Comments:
Catat Ulasan
“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”