#kautetapkuhajati #jmbelog

Andai kita hidup bersama
Hari ini dan seterusnya
Sedangkan kita sama
Belum cukup pintar
Mengharungi lautan
Entah berapa luasnya
Sedangkan bekalannya
Masih kekurangan


Pondok usang beratapkan langit
Di kegelapan malam gelita
Bercahaya hanyalah bintang-bintang
Selimut kita angin malam

Maaf, sayang, kupinta padamu
Bukan tiada cinta di hatiku
Tapi belum masanya bagiku
Untuk melamarmu
Bersabar dan sertailah doa
Pada Tuhan penentu segala
Biarpun jasad aku berkubur
Kau tetap kuhajati

Mungkin kita 'kan karam
Ditelan gelombang

Pondok usang beratapkan langit
Di kegelapan malam gelita
Bercahaya hanyalah bintang-bintang
Selimut kita angin malam

Maaf, sayang, kupinta padamu
Bukan tiada cinta di hatiku
Tapi belum masanya bagiku
Untuk melamarmu
Bersabar dan sertailah doa
Pada Tuhan penentu segala
Biarpun jasad aku berkubur
Kau tetap kuhajati

Maaf, sayang, kupinta padamu
Bukan tiada cinta di hatiku
Tapi belum masanya bagiku
Untuk melamarmu
Bersabar dan sertailah doa
Pada Tuhan penentu segala
Biarpun jasad aku berkubur
Kau tetap kuhajati

Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.

1 ulasan:

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”

Wadah Terkini