Janji Yang Terakhir - Samudera


Entah kenapa sukar kulupa bayang wajahmu
Berulang kali aku hindari namun kecewa
Suci wajahmu, murni kasihmu
Teguh bersemi pasti di hati
Makin berdosa aku terasa tingkahku ini
Tanpa peduli hatimu, kasih, dilanda lara
Kerana aku dalam belenggu
Amuk asmara yang sementara
Retak tugu cinta kita di pinggir lautan darah
Belati beracun kini masih di tanganku
Lembut sentuhan cintamu makin menyentuh hati
Baru aku sedari tulus kasihmu
Maafkan segala sengsara lama
Meskipun bermula dari diriku
Tak mungkin akan terulang kembali
Ini janjiku yang terakhir
Retak tugu cinta kita di pinggir lautan darah
Belati beracun kini masih di tanganku
Lembut sentuhan cintamu makin menyentuh hati
Baru aku sedari tulus kasihmu
Maafkan segala sengsara lama
Meskipun bermula dari diriku
Tak mungkin akan terulang kembali
Ini janjiku yang terakhir

Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.

0 Comments:

Catat Ulasan

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”