Cukup Allah Yang Tahu

Cukup Allah Yang Tahu | Tentang Luka, Salah dan Penilaian Manusia

Cukup Allah Yang Tahu

Ditulis dalam gaya reflektif #JMBELOG


Cukup Allah Yang Tahu °° jika suatu saat nanti,, °° ada yang bercerita,, °° buruk tentang diriku ini,, °° dengarkan saja tak perlu,, °° kau bantah semua,, °° mungkin memang ada benarnya,, °° Aku pun manusia ,, °° Aku bukan insan suci,, °° yang tak pernah jatuh,, °° di jalan yang sepi,, °° Aku pernah salah pernah luka,, °° pernah kecewa dan mungkin,, °° tanpa sadar melukai banyak jiwa,, °° Aku tak pernah mengaku,, °° Bahwa aku orang paling baik,, °° Di hidupmu aku hanya,, °° seseorang yang terus belajar pulang,, °° dari gelap yang panjang,, °° biarkan mereka bicara,, °° menilai tanpa tahu luka,, °° yang sebenarnya tak semua tangis,, °° terlihat tak semua perjuangan,, °° Aku tak ingin dipuji,, °° Atau paling berarti,, °° Jika buruk ku jadi cerita,, °° Tak apa tapi tentang baikku,, °° Cukup Allah yang tahu saja,,

Tentang Luka Yang Tak Semua Orang Faham

Dalam hidup ini, akan selalu ada manusia yang menilai tanpa benar-benar mengenal isi hati kita. Mereka hanya melihat dari jauh, lalu menyusun cerita berdasarkan apa yang mereka nampak. Sedangkan luka, kecewa dan perjuangan yang kita simpan dalam diam tidak pernah benar-benar terlihat.

Kita bukan manusia sempurna. Pernah jatuh, pernah salah, pernah tersilap langkah hingga tanpa sedar melukakan hati orang lain. Dan kadang-kadang, apa yang diperkatakan tentang kita mungkin ada benarnya. Kerana kita juga manusia biasa yang sedang belajar memperbaiki diri.

Namun hidup bukan tentang menjadi manusia paling baik di mata semua orang. Hidup adalah perjalanan untuk terus pulang kepada diri sendiri, memperbaiki apa yang rosak dan belajar bangkit dari gelap yang panjang.

Biarlah manusia berkata apa saja. Tidak semua tangisan mampu dilihat, dan tidak semua perjuangan mampu difahami. Ada doa yang jatuh diam-diam di sepertiga malam. Ada hati yang bertahan walaupun hampir menyerah.

Jika suatu hari nanti keburukan kita menjadi cerita manusia, tidak mengapa. Kerana tentang segala usaha untuk berubah, tentang hati yang masih cuba bertahan dan tentang kebaikan yang tidak pernah dihebahkan kepada dunia…

Cukuplah Allah yang tahu.


Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.

0 Comments:

Catat Ulasan

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”