Akur

terduduk ku sendiri

mengenangkan kita berdua bercinta
mengalir air mataku
saat ku melihat gambarmu
kau beri pada ku

beri aku kekuatan
untuk aku meneruskan kehidupan 
sebagai insan yang kesepian 

setiap hari aku menunggu
panggilan manja darimu
namun harus ku akur
yang kau telah pergi
sayang
mahu ku mahu kan dirimu
dekat mari dekat pada ku 
akur harus ku akur
kau hanyalah mainan hati

saat ku melihat matamu
terungkap seribu satu kisah hidupmu
kau pergi dan kau tetap pergi 
tanpa sepatah kata daripada mu

beri ku kekuatan
untuk aku meneruskan pencarian
pengubat luka yang kau sakiti

mungkin kita tidak ditakdirkan bersama melihat dunia
walaupun sakit
aku harus akur

ouh ouh ouh 
ouh ouh akur, akur padamu
ouh akur padamu

Akur - Amir Hariz



Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.

0 Comments:

Catat Ulasan

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”