Bila Yang Pergi Itu Pernah Jadi Sebahagian Hari Kita
Ada orang hadir bukan lama,
tapi cukup untuk meninggalkan kesan yang tak mudah hilang.
Dan bila dia pergi…
kita baru sedar,
dia pernah jadi sebahagian daripada hari-hari kita.
Warkah terakhir:
Dear Team,
Today is my last day here. It honestly feels unreal after spending so much time together and creating so many memories.
I would like to sincerely thank all of you for the support, guidance, and all the moments we shared—whether it was work, laughter, or even the tough days. I’ve learned so much during my time here, not just professionally but also personally.
To be honest, it’s not easy to leave a team that feels like family. But every journey has its next chapter, and this is mine.
If I’ve made any mistakes along the way, I truly apologize and hope for your understanding 🙏
I wish all of you continued success and happiness.
Let’s keep in touch!
Kadang… kita terlalu biasa dengan kehadiran seseorang,
sampai kita lupa untuk menghargai saat dia masih ada.
Dia mungkin hanya seorang supervisor pada nama,
tapi dalam diam,
dia pernah jadi tempat kita belajar,
tempat kita ditegur,
dan kadang… tempat kita rasa difahami.
Hari ini dia pergi,
dan tempat yang sama tiba-tiba terasa berbeza.
Bukan sebab kerja berubah,
tapi sebab ‘orang’ dalam perjalanan itu sudah tiada.
Semoga yang pergi,
dipermudahkan segala urusan di tempat baru.
Dan semoga yang tinggal,
terus kuat melangkah dengan kenangan yang ada.
Kerana dalam hidup ini,
kita tak mampu menahan sesiapa untuk terus kekal,
tapi kita mampu menyimpan setiap kenangan
sebagai sesuatu yang pernah bermakna.
“Ada orang datang sebagai sementara, tapi kenangannya tinggal selamanya.”

0 Comments:
Catat Ulasan