Biar tulisan berbicara apabila hati memilih untuk diam.
Setiap kisah, setiap pengalaman, setiap pengajaran yang dilalui menjadi sebuah coretan untuk dikongsi dan dikenang.
Aku masih bernafas Meski jiwaku tlah tewas Aku pernah mencintaimu tulus Berakhir luka serius
Jika bersama tak bahagia Terlalu lama aku menunggu Cinta tanpa kepastian Aku tertikam luka Setiap detik aku merana Sebaiknya kita tak berjumpa Jika berakhir derita
Aku berlumur duka Aku setia engkau mendua Benar kita tak harus bersama Agar tak saling menghujam luka
Aku masih bernafas Meski jiwaku tlah tewas Aku pernah mencintaimu tulus Berakhir luka serius
Jika bersama tak bahagia Terlalu lama aku menunggu Cinta tanpa kepastian
Aku tertikam luka Setiap detik aku merana Sebaiknya kita tak berjumpa Jika berakhir derita
Aku berlumur duka Aku setia engkau mendua Benar kita tak harus bersama Agar tak saling menghujam luka
INSTRUMENTAL
Aku tertikam luka Setiap detik aku merana Sebaiknya kita tak berjumpa Jika berakhir derita
Aku berlumur duka Aku setia engkau mendua Benar kita tak harus bersama Agar tak saling menghujam luka
Aku tertikam luka Setiap detik aku merana Sebaiknya kita tak berjumpa Jika berakhir derita
Aku berlumur duka Aku setia engkau mendua Benar kita tak harus bersama Agar tak saling menghujam luka
Saya pikir tadi band Malaysia , setelah Googling ternyata Indonesia yaaa... Liriknya sedih ... Tapi ingetin saya dengan lagu2 Malaysia yg dulu sering saya dengar saat masih duduk kat sana ☺️👍
“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata. Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”
Saya pikir tadi band Malaysia , setelah Googling ternyata Indonesia yaaa... Liriknya sedih ... Tapi ingetin saya dengan lagu2 Malaysia yg dulu sering saya dengar saat masih duduk kat sana ☺️👍
BalasPadam