Pagar Makan Tanaman - Hijau Daun ‧ (2020)

Ada apakah geranganMengapa kita semakin jauhHingga tanganku tak bisa lagiMenyentuhmu dan membelaimu

Ternyata sahabatku menggodamuOrang bilang pagar makan tanamanTak setia kawan tak malu-malunyaMencuri hatimu dari diriku

Oh teganya dia mengkhianatikuTeganya dia menyakiti akuSakitnya luka dihatiTak mengapa demi cinta

Bilakah kau masih mencintaikuLupakan dia demi aku sayangAku ini hampir gilaTak mau kehilanganmu

Ternyata sahabatku menggodamuOrang bilang pagar makan tanamanTak setia kawan tak malu-malunyaMencuri hatimu dari diriku

Oh teganya dia mengkhianatikuTeganya dia menyakiti akuSakitnya luka dihatiTak mengapa demi cinta

Oh bilakah kau masih mencintaikuLupakan dia demi aku sayangAku ini hampir gilaTak mau kehilanganmu

Aku ini hampir gilaTak mau kehilanganmu

Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.

0 Comments:

Catat Ulasan

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”