1 Mac — Doa Yang Tak Banyak, Tapi Dalam

1 Mac — Doa Yang Tak Banyak, Tapi Dalam

1 Mac…
Bertambah satu lagi usia aku.

Bukan tentang angka,
bukan juga tentang lilin atau sambutan.
Cukup sekadar sedar —
aku masih di sini,
masih bernafas,
masih bertahan.

Aku tak minta banyak.

Cukuplah kesihatan ini pulih sepenuhnya,
agar tubuh tak lagi menjadi medan ujian tanpa rehat,
agar bangun pagi terasa ringan,
bukan dengan sakit yang perlu dipujuk diam-diam.

Cukuplah segala komitmen tertunai sepenuhnya,
satu demi satu,
tanpa beban yang tertinggal di dada,
tanpa rasa bersalah yang memanjang hingga malam.

Aku belajar,
usia bukan tentang bertambah kuat semata-mata,
tapi tentang berani mengaku —
aku manusia,
aku perlukan sembuh,
aku perlukan tenang.

Jika masih ada ruang untuk doa yang kecil,
biarlah aku terus diberi kekuatan untuk bertahan,
dan kelembutan untuk bersyukur,
walau hidup tidak selalu memberi jawapan yang mudah.

1 Mac ini,
aku tidak meniup lilin.
Aku hanya meniup harapan —
perlahan,
tapi penuh makna.


Cari monolog, puisi jiwa dan catatan hati di sini.

0 Comments:

Catat Ulasan

“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”