Contoh Kemalangan di Tempat Kerja – Safety Issues
1) Sekeliling Tempat Kerja
- Lantai licin akibat tumpahan air/minyak → risiko tergelincir.
- Kabel elektrik berselerak → mudah tersandung.
- Pencahayaan kurang → mudah terlanggar peralatan.
- Susunan peralatan berat tidak kemas → boleh jatuh menimpa.
- Bunyi bising berlebihan → ganggu fokus, tingkat risiko kemalangan.
2) Dalam Pos Tempat Kerja
- Kerusi/meja tidak ergonomik → sakit belakang & kecederaan otot.
- Pengudaraan lemah (kipas/aircond rosak) → cepat lesu, hilang fokus.
- Dokumen/kotak disusun tinggi → risiko jatuh & mencederakan.
- Alat pemadam api tiada/rosak → bahaya jika kebakaran.
- Extension plug berlebihan → risiko litar pintas & kebakaran.
3) Atas Diri Sendiri (Pekerja)
- Tidak memakai PPE (helmet, sarung tangan, safety shoes).
- Angkat beban tanpa teknik betul → cedera pinggang/otot.
- Kurang rehat → silap kecil boleh jadi besar.
- Langgar SOP (guna mesin tanpa matikan suis).
- Kurang peka sekeliling → risiko terlanggar forklift/kenderaan.
(Ringkasan) Contoh Kemalangan di Tempat Kerja – Safety Issues
Kadang-kadang kemalangan bukan kerana perkara besar.
Ia bermula dengan hal kecil — lantai licin, kabel berselerak, atau diri yang terlalu letih.
Sekeliling Tempat Kerja
- Lantai licin, risiko tergelincir.
- Kabel berserabut, mudah tersandung.
- Cahaya kurang, sukar melihat jelas.
- Peralatan berat tidak tersusun, boleh jatuh menimpa.
Dalam Pos Tempat Kerja
- Meja dan kerusi tidak ergonomik, sakit otot.
- Pengudaraan lemah, cepat lesu.
- Susunan kotak terlalu tinggi, risiko jatuh.
- Alat pemadam api tiada/rosak.
- Extension plug berlebihan, risiko kebakaran.
Atas Diri Sendiri
- Tidak pakai PPE.
- Angkat beban tanpa teknik betul.
- Kurang rehat, kurang fokus.
- Abaikan SOP keselamatan.
- Lalai dengan keadaan sekeliling.
Nota Jiwa : Selamat itu bukan pilihan. Ia adalah keperluan, agar kita pulang dengan tubuh yang selamat dan hati yang tenang.
0 Comments:
Catat Ulasan
“Untuk anda yang singgah… tinggalkanlah jejak, tinggalkanlah yang baik-baik, walau sekecil rasa, walau sependek kata.
Kerana setiap kehadiran itu, ada makna yang tak selalu terlihat oleh mata. Dan setiap kata yang kita tinggalkan, akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sama.”