Sebatas Al-Fatihah

Rindu suaranya,
yang dulu tenangkan resahku.
Rindu wajahnya,
yang dulu senyum walau penat menanggung dunia.

Kini...
Tak mampu ku gapai,
Tak mampu ku peluk,
Tak mampu ku tatap.

Yang tinggal…
cuma sepi,
dan sebaris Al-Fatihah,
yang ku kirim setiap kali rindu ini terlalu diam dalam dada.

Tenanglah,
di sisi Tuhan yang Maha Penyayang.
Doa ini tak pernah putus,
meski jarak kita seluas langit dan bumi.



Untukmu yang membaca hingga ke titik ini, semoga Allah memeluk hatimu dengan tenang, seperti kau selalu memeluk luka orang lain. Moga setiap langkah disertai tenang, dan setiap ujian membawa pulang hikmah. Semua tulisan berasal dari blog penulis. Kredit dan sumber akan dinyatakan apabila digunakan sebagai tanda hormat kepada asalnya. - Copyright - 2016 © #JMBELOG

0 Comments:

Catat Ulasan